SportsBook.co.id, Jakarta – Lionel Messi akhirnya mengungkap gambaran jelas tentang masa depannya ketika kelak tak lagi merumput sebagai pemain profesional. Berbeda dari banyak mantan bintang sepak bola dunia, kapten Timnas Argentina itu memastikan dirinya tidak tertarik meniti karier sebagai pelatih kepala.
Alih-alih berdiri di pinggir lapangan memberi instruksi, Messi justru menyimpan ambisi besar di balik layar sepak bola. Peraih delapan Ballon d’Or tersebut mengaku lebih tertarik terjun ke ranah manajemen dengan mimpi memiliki klub sepak bola sendiri.
Pernyataan ini disampaikan Messi secara terbuka dalam wawancara terbarunya bersama platform streaming Luzu TV. Dalam sesi tersebut, La Pulga berbicara jujur mengenai visi jangka panjang hidupnya setelah gantung sepatu.
Walau baru saja memperpanjang masa baktinya bersama Inter Miami hingga 2028, Messi mengakui bahwa ia telah memikirkan dengan matang langkah selanjutnya di dunia sepak bola pasca-pensiun.
Lebih Tertarik Membangun Klub dari Dasar
Messi menilai dunia kepelatihan bukanlah jalur yang sesuai dengan karakter dan minat pribadinya. Menurutnya, tekanan teknis dan tuntutan taktik harian tidak membuatnya merasa terpanggil.
Sebaliknya, ia justru tertarik pada aspek pengelolaan klub secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pengembangan pemain, hingga membangun identitas tim dalam jangka panjang.
“Saya tidak pernah membayangkan diri saya menjadi pelatih,” ujar Messi dengan tegas.
Ia menjelaskan bahwa peran strategis di balik layar terasa lebih menarik dibanding harus mengatur tim dari pinggir lapangan setiap pekan.
“Manajemen itu menarik bagi saya. Jika harus memilih satu peran, saya lebih ingin menjadi pemilik klub,” tambahnya.
Lebih jauh, Messi mengungkapkan impian besarnya untuk membangun klub dari level terbawah hingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Saya ingin punya klub sendiri, mengembangkannya dari nol,” jelas Messi.
“Memberi ruang bagi anak-anak muda dan banyak orang untuk berkembang, lalu menjadikannya klub yang punya arti besar. Jika harus memilih, itulah yang paling saya inginkan,” tutupnya.
Sudah Mulai Investasi Bersama Luis Suarez
Ambisi tersebut bukan sekadar wacana. Messi telah mengambil langkah nyata dengan terjun langsung sebagai investor di dunia sepak bola. Bersama sahabat lamanya, Luis Suarez, ia diketahui memiliki saham di Deportivo LSM, klub yang berlaga di divisi keempat Liga Uruguay.
Suarez sebelumnya menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan mimpi bersama yang telah dirintis sejak 2018, dengan tujuan utama membangun fondasi kuat bagi generasi muda.
“Deportivo LS adalah mimpi keluarga yang kami bangun sejak 2018. Sekarang klub ini telah berkembang pesat dan memiliki lebih dari 3.000 anggota,” ungkap Suarez pada Mei lalu.
Menurut Suarez, kepemilikan klub ini membawa misi sosial yang kuat.
“Saya ingin memberi kembali kepada sepak bola Uruguay—tempat saya tumbuh—dengan menyediakan peluang dan fasilitas bagi anak-anak dan remaja agar bisa berkembang,” jelasnya.
Bersinar di MLS Sambil Menyiapkan Masa Depan
Selain proyek di Uruguay, masa depan Messi di Amerika Serikat juga membuka peluang besar. Kontraknya bersama Inter Miami dikabarkan mencakup opsi kepemilikan saham minoritas setelah pensiun, yang semakin menguatkan jalurnya menuju dunia manajemen klub.
Meski begitu, sebelum hari pensiun tiba, Messi masih tampil luar biasa di atas lapangan. Musim ini, ia sukses merebut Sepatu Emas MLS berkat torehan 29 gol.
Tak hanya tajam mencetak gol, Messi juga produktif sebagai kreator dengan 19 assist. Total kontribusinya mencapai 48 gol, hanya terpaut satu angka dari rekor tertinggi sepanjang sejarah liga.
Performa gemilang tersebut membuat Messi kembali dinobatkan sebagai MVP MLS untuk dua musim berturut-turut. Sebuah bukti bahwa meski usia terus bertambah, pengaruh sang legenda masih begitu dominan di dunia sepak bola.












