SportsBook.co.id, Jakarta -Dalam hidup, ada momen tertentu yang mampu mengubah cara pandang seseorang secara drastis. Terutama ketika momen itu menempatkan seseorang di garis tipis antara hidup dan mati. Pengalaman semacam itulah yang pernah dialami Nikita “Coldstar” Morozov, sosok yang kini dikenal luas sebagai pelatih Team Spirit di ajang M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
Jauh sebelum namanya bersinar di panggung tertinggi esports MLBB, Coldstar pernah menghadapi kejadian ekstrem yang hampir merenggut nyawanya. Peristiwa tersebut bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga membentuk ulang cara berpikir dan menjalani hidup.
Insiden itu terjadi pada September 2024 di kawasan pesisir dekat kota Bar, Montenegro. Saat badai besar menghantam wilayah tersebut, situasi di laut berubah menjadi sangat berbahaya. Di tengah kekacauan itu, Coldstar melihat seorang perempuan bersama anak kecil terombang-ambing di laut dan berada dalam kondisi genting.
Tanpa banyak pertimbangan, pelatih asal Rusia tersebut langsung mengambil keputusan berani: melompat ke laut untuk menolong mereka. Tindakan itu bukan hasil perhitungan matang, melainkan respons spontan yang didorong oleh naluri kemanusiaan.
“Sulit menjelaskan perasaan saya saat itu. Banyak orang terpaku karena takut, dan waktu terasa berjalan sangat lambat. Saya hanya berpikir, jika tidak ada yang bertindak, mereka mungkin tidak akan selamat,” ungkap Coldstar.
Dengan bekal pengalaman sebagai mantan perenang kompetitif, Coldstar berhasil membawa wanita dan anak tersebut kembali ke daratan dengan selamat. Namun, keberanian itu menuntut harga yang tidak ringan.
Konsekuensi Keberanian dan Titik Balik Kehidupan
Meski misi penyelamatan berakhir sukses, Coldstar harus menjalani proses pemulihan akibat cedera fisik serta trauma psikologis yang muncul setelah kejadian tersebut. Kendati demikian, dari pengalaman pahit itu lahir perubahan mendasar dalam hidupnya.
“Peristiwa ini mengubah cara saya memandang banyak hal. Setelah berada sangat dekat dengan kematian, saya jadi lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup,” tuturnya.
Hal-hal yang sebelumnya dianggap penting perlahan kehilangan maknanya, sementara kesederhanaan justru terasa jauh lebih bernilai. Sejak saat itu, rasa syukur menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kesehariannya.
Dari Ombak Laut ke Arena Land of Dawn
Pengalaman berada di situasi ekstrem juga memengaruhi cara Coldstar mengambil keputusan—sebuah aspek krusial dalam perannya sebagai pelatih Team Spirit sejak resmi bergabung pada Mei 2025.
Ia menegaskan bahwa kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat di bawah tekanan sangat penting, baik dalam kehidupan nyata maupun di dalam permainan.
“Ada saat-saat di mana kamu harus bertindak dalam waktu sangat singkat, dan keputusan itu harus benar. Pengetahuan adalah faktor penentunya,” jelasnya.
Coldstar mencontohkan bagaimana rasa takutnya terhadap laut bisa dikesampingkan karena ia memiliki pemahaman dan pengalaman berenang yang memadai. Prinsip serupa ia terapkan dalam melatih pemainnya: penguasaan mendalam terhadap game akan menjadi penopang utama dalam menentukan langkah di momen krusial.
Refleksi Penting bagi Dunia Esports
Kisah Coldstar menjadi cerminan berharga bagi ekosistem esports, khususnya bagi para pemain profesional MLBB. Dalam situasi penuh tekanan dan adrenalin tinggi, hasil pertandingan kerap ditentukan oleh keputusan sepersekian detik—bukan semata-mata kemampuan mekanik, melainkan pemahaman menyeluruh terhadap permainan.
Keberanian untuk bertindak, ketenangan dalam tekanan, serta pengetahuan yang kuat menjadi kombinasi penting untuk melewati momen paling genting, baik di dunia nyata maupun di medan pertempuran Land of Dawn.












