Dillon Brooks dan Rekor Technical Foul yang Terus Mengikuti Kariernya

Akumulasi Technical Foul Kembali Warnai Perjalanan Karier Dillon Brooks di NBA

Sportsbook.co.id, Jakarta -Reputasi Dillon Brooks sebagai pemain dengan gaya bermain agresif kembali menjadi sorotan di kompetisi NBA. Guard milik Phoenix Suns tersebut dipastikan harus absen dalam laga melawan San Antonio Spurs akibat akumulasi pelanggaran teknis yang ia terima sepanjang musim.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Moody Center setelah jeda All-Star 2026 itu menjadi momen ketujuh Brooks tidak dapat memperkuat timnya musim ini. Sebelumnya, pemain asal Kanada tersebut juga sempat menepi selama beberapa pekan akibat cedera paha yang dialaminya.

Pelanggaran Teknis ke-16 Picu Skorsing

Brooks menerima technical foul ke-16 saat Suns berhadapan dengan Oklahoma City Thunder. Insiden tersebut terjadi pada kuarter kedua pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Suns dengan skor telak 109-136.

Pelanggaran itu bermula dari protes Brooks terhadap keputusan wasit James Williams. Brooks mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap komentar sang pengadil lapangan yang menilai dirinya sering bersikap seolah menjadi korban dalam pertandingan.

Dalam regulasi NBA, pemain atau pelatih yang mengoleksi 16 pelanggaran teknis otomatis dikenai hukuman larangan bermain satu pertandingan. Selain itu, tambahan skorsing akan diberlakukan setiap dua technical foul berikutnya.

Konsisten Menjadi Pemimpin Pelanggaran Teknis

Dalam empat musim terakhir, Brooks dikenal sebagai salah satu pemain yang paling sering menerima technical foul. Karakter permainannya yang keras bahkan membuatnya mendapat julukan “Villain” atau sosok antagonis di lapangan, sebuah sebutan yang justru ia terima dengan santai hingga digunakan sebagai identitas di media sosial.

Rekor tersebut mulai terlihat sejak Brooks masih membela Memphis Grizzlies pada musim 2022-2023. Kala itu, ia mengumpulkan 18 pelanggaran teknis yang berujung dua kali larangan bermain, melampaui jumlah yang dicatatkan Draymond Green dan Luka Doncic.

Setelah bergabung dengan Houston Rockets, Brooks tetap menjadi salah satu pemain dengan jumlah pelanggaran teknis terbanyak pada musim 2023-2024. Saat itu, ia mencatat angka yang sama dengan Anthony Edwards, meski berhasil menghindari hukuman skorsing.

Musim berikutnya, Brooks kembali menerima hukuman larangan bermain, sebelum akhirnya kembali menyentuh angka 16 pelanggaran teknis pada musim ini. Ia masih menjadi pemain dengan jumlah pelanggaran terbanyak, unggul dari beberapa pemain lain seperti Isaiah Stewart.

Performa Tetap Impresif

Meski dikenal sebagai pemain yang sering bermasalah dengan pelanggaran teknis, Brooks justru menunjukkan peningkatan performa secara individu. Setelah bergabung dengan Suns pada pertengahan musim, ia mencatat statistik impresif dengan rata-rata 21,2 poin, 3,7 rebound, 1,8 assist, serta 1,1 steal per pertandingan.

Catatan tersebut menandai salah satu musim terbaik Brooks sepanjang karier profesionalnya di NBA. Namun, konsistensi emosinya di lapangan masih menjadi perhatian, terutama karena potensi skorsing tambahan dapat memengaruhi stabilitas permainan tim.

Dengan gaya bermain agresif yang menjadi ciri khasnya, Brooks tetap menjadi sosok penting sekaligus kontroversial dalam kompetisi NBA modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *