SportsBook.co.id, Jakarta -Masuknya juara World Superbike (WSBK), Toprak Razgatlioglu, ke ajang MotoGP musim 2026 bersama Pramac Yamaha langsung menyedot perhatian dunia balap. Walaupun belum sekalipun turun balapan di kelas utama, pembalap asal Turki itu sudah mendapat julukan prestisius sebagai penerus gaya balap legenda MotoGP, Casey Stoner.
Toprak akan mengisi kursi yang sebelumnya ditempati Miguel Oliveira dan dipasangkan dengan Jack Miller. Ia datang ke MotoGP bukan tanpa bekal, setelah mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih dua gelar juara WSBK secara beruntun.
Catatan impresif tersebut membuat banyak pihak yakin Toprak tidak sekadar numpang lewat di MotoGP. Salah satu yang memberikan penilaian tinggi adalah Alberto Vergani, manajer dari Danilo Petrucci. Menurutnya, Toprak memiliki kapasitas besar untuk langsung menjadi pesaing serius di MotoGP 2026.
- Insting Balap yang Sudah Terbentuk Sejak Awal
Vergani menilai Toprak mempunyai pemahaman mendalam tentang tantangan yang akan dihadapinya di MotoGP. Kemampuan membaca situasi serta menyesuaikan diri menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki pembalap debutan.
“Toprak benar-benar tahu apa yang akan ia hadapi, kesulitan apa saja yang mungkin muncul, dan bagaimana cara mengatasinya. Semua itu lahir dari kecerdasan balap yang sangat tinggi,” ujar Vergani kepada Crash, Sabtu (3/1/2026).
Ia juga mengutip pandangan Marco Melandri yang menilai bahwa Toprak adalah pembalap dengan bakat alami yang tidak bisa dipelajari. “Ada talenta yang memang diberikan oleh alam, dan Toprak memilikinya,” tambah Vergani. - Mental Baja dan Fokus Tanpa Alasan
Vergani kemudian mengaitkan karakter Toprak dengan filosofi balap Casey Stoner, yang dikenal fokus penuh pada satu motor tanpa terganggu oleh perbandingan dengan rival.
“Casey Stoner pernah berkata kepada saya bahwa jika Anda sudah memiliki satu motor, maka fokuslah sepenuhnya pada motor tersebut dan bagaimana memaksimalkannya. Begitu mulai membandingkan dengan motor lain, energi Anda akan terkuras,” jelas Vergani.
Menurutnya, pendekatan itu juga diterapkan oleh Toprak. Saat menghadapi masalah teknis bersama BMW di WSBK, pembalap Turki itu sempat mengalami kesulitan hingga keluar lintasan. Namun, segalanya berubah ketika ia berhenti mengeluh dan mulai memusatkan perhatian pada cara terbaik menunggangi motornya.
“Toprak mengatakan kepada saya di Valencia bahwa setelah ia berhenti mengeluhkan sasis dan hanya fokus pada gaya balap serta apa yang bisa ia lakukan dengan BMW, semua masalahnya perlahan teratasi,” tutup Vergani.












