Djokovic Tetap Optimistis Kejar Gelar Grand Slam ke-25

Djokovic menegaskan keyakinannya tetap kuat meski gagal juara Australian Open usai kalah dari Carlos Alcaraz di partai final.

Sportsbook.co.id, Jakarta Novak Djokovic menegaskan dirinya belum menyerah dalam perburuan gelar Grand Slam ke-25, meskipun harus mengakui keunggulan lawan di partai puncak Australian Open, Minggu lalu.

Petenis asal Serbia itu sebelumnya tampil impresif dengan menyingkirkan Jannik Sinner lewat pertandingan lima set di semifinal. Namun, langkah Djokovic terhenti di final setelah kalah dari Carlos Alcaraz. Kemenangan tersebut membuat Alcaraz mencatat sejarah sebagai petenis putra termuda yang berhasil menyapu bersih empat turnamen Grand Slam dalam kariernya.

Djokovic mengaku keyakinan menjadi kunci utama dirinya tetap bertahan di level tertinggi tenis dunia. Ia menegaskan, tanpa kepercayaan diri, mustahil baginya untuk terus bersaing memperebutkan gelar-gelar besar.

“Jika saya tidak percaya bisa melakukannya, tentu saya tidak akan berada di sini dan terus bertanding. Saya sudah sering mengatakan hal itu,” ujar Djokovic seperti dikutip dari ATP.

Meski gagal membawa pulang trofi, petenis berusia 38 tahun itu menilai pencapaiannya menembus final tetap merupakan hasil yang patut dibanggakan. Menurutnya, hanya selangkah lagi ia berpeluang meraih gelar juara.

Gelar Grand Slam terakhir Djokovic diraih pada US Open 2023. Sepanjang musim 2025, ia mampu menembus semifinal di keempat turnamen Grand Slam, meski belum berhasil melaju ke babak final juara.

Djokovic juga mengungkap perubahan pendekatan mental yang ia terapkan dalam beberapa tahun terakhir. Ia memilih menurunkan ekspektasi agar dapat mengurangi tekanan berlebih saat bertanding di level elite.

“Saya mencoba tidak membebani diri dengan ekspektasi tinggi. Itu membantu saya melepaskan stres yang sebenarnya tidak perlu,” ungkap mantan petenis nomor satu dunia tersebut.

Pada final Australian Open, Djokovic sempat memberikan perlawanan ketat, terutama di set keempat. Namun, setelah pertarungan selama tiga jam dua menit, ia harus mengakui keunggulan Alcaraz. Hasil tersebut membuat rekor pertemuan keduanya kini imbang 5-5, dengan Alcaraz unggul dalam tiga final Grand Slam yang mempertemukan mereka.

Djokovic menilai set pertama final tersebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir, meski ia mengakui forehand-nya kurang maksimal di momen-momen krusial. Kekalahan itu juga menjadi yang pertama baginya di final Australian Open, setelah sebelumnya selalu menang dalam 10 partai final di Melbourne.

Meski demikian, Djokovic tetap mencatatkan prestasi dengan total 101 gelar di level tur dan dipastikan naik ke peringkat tiga dunia.

Sementara itu, Alcaraz meraih gelar Grand Slam ketujuh sepanjang kariernya sekaligus menuntaskan Career Grand Slam. Djokovic pun memberikan apresiasi tinggi kepada petenis Spanyol berusia 22 tahun tersebut.

“Dia pantas mendapatkan semua pujian, baik dari para pemain maupun dari seluruh komunitas tenis. Dia sosok muda dengan nilai-nilai dan latar belakang keluarga yang sangat baik,” kata Djokovic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *