SportsBook.co.id, Jakarta – Pertandingan antara Chelsea dan Arsenal pada leg pertama semifinal Carabao Cup 2025/2026 di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, diwarnai tensi tinggi. Selain hasil akhir yang mengecewakan bagi tuan rumah dengan kekalahan 2-3, sorotan juga tertuju pada insiden adu emosi antarpemain usai laga.
Pelatih anyar Chelsea, Liam Rosenior, bahkan harus terjun langsung ke lapangan untuk menenangkan situasi. Ia terlihat menahan Enzo Fernandez yang terlibat cekcok dengan gelandang Arsenal, Martin Zubimendi, sesaat setelah pertandingan berakhir.
Ketegangan memuncak ketika sejumlah pemain dari kedua kubu saling beradu argumen dan dorong-dorongan di tengah lapangan. Fernandez tampak paling emosional, meluapkan kekecewaannya kepada Zubimendi yang baru saja mencetak gol. Adu mulut pun terjadi hingga bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, turun tangan mencoba melerai.
Situasi tersebut belum sepenuhnya mereda. Setelah sempat dijauhkan oleh Pedro Neto, Fernandez kembali mendekati Zubimendi. Dalam insiden lanjutan itu, gelandang asal Argentina tersebut terlihat memegang leher Zubimendi sambil melontarkan kata-kata keras, sebelum Rosenior kembali masuk ke kerumunan untuk menghentikan kericuhan.
Pelatih Chelsea itu tampak berteriak meminta para pemainnya menahan emosi, di tengah suasana panas yang juga melibatkan beberapa pemain cadangan serta staf Arsenal. Di sisi lain, Zubimendi justru terlihat tenang dan sempat tersenyum, seolah tidak terpengaruh provokasi yang diterimanya.
Di atas lapangan, Zubimendi menjadi figur penting dalam kemenangan Arsenal. Gelandang timnas Spanyol tersebut mencetak gol ketiga The Gunners dengan penyelesaian yang dingin. Gol itu tercipta setelah Chelsea sebelumnya kebobolan dua kali akibat kesalahan fatal kiper Robert Sanchez, yang dimanfaatkan Ben White dan Viktor Gyokeres.
Chelsea sempat menyalakan kembali harapan melalui Alejandro Garnacho. Masuk sebagai pemain pengganti, Garnacho mencetak dua gol yang menghidupkan suasana Stamford Bridge. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Arsenal tetap mempertahankan keunggulan 3-2.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan Mikel Arteta jelang leg kedua semifinal yang akan digelar pada awal Februari. Sementara bagi Rosenior, pertandingan tersebut menjadi ujian awal yang sarat tekanan dalam periode awal kepemimpinannya di Chelsea.
Meski kalah, Rosenior menilai ada hal positif yang bisa diambil dari performa timnya. Ia mengaku bangga dengan keberanian para pemain untuk mencoba menerapkan instruksi yang diberikan dalam waktu singkat.
Menurut Rosenior, dalam enam hari ia sudah memimpin dua pertandingan dan tidak ingin menjadikan waktu sebagai alasan. Ia menegaskan keyakinannya bahwa skuad Chelsea memiliki kualitas untuk meraih kemenangan sejak sekarang, sembari menekankan pentingnya meninggalkan identitas permainan yang jelas selama masa kepemimpinannya.












