Eks Manajer Lewis Hamilton Dapat Peran Strategis di Tim Cadillac F1

Mantan pembalap sekaligus eks manajer Lewis Hamilton dipercaya memperkuat strategi dan pengembangan tim baru Cadillac menjelang debut mereka di Formula 1.

Sportsbook.co.id, Jakarta -Sosok yang pernah berkarier sebagai pembalap kini dipercaya memegang posisi penting dalam proyek Formula 1 milik Cadillac. Pada masa balapnya, ia pernah meraih gelar juara British Formula 3 musim 1999 setelah mengungguli Luciano Burti, sementara Jenson Button—yang kemudian menjadi juara dunia F1—menyelesaikan musim di posisi ketiga.

Prestasi tersebut diraih bersama tim Manor. Setelah pensiun dari dunia balap, ia tetap terlibat di ajang motorsport dengan bekerja di Formula 1 dan World Endurance Championship (WEC). Dalam perjalanannya, ia kembali bekerja sama dengan Graeme Lowdon, mantan prinsipal Manor—yang sebelumnya dikenal sebagai Virgin dan Marussia—dan kini menjabat sebagai pimpinan tim Cadillac F1.

Keduanya bahkan menjalin kemitraan bisnis melalui perusahaan manajemen bernama Equals Management. Dalam perannya di Cadillac, ia mengaku sangat bersemangat menghadapi tantangan membangun tim baru di Formula 1. Ia menilai kesempatan tersebut jarang terjadi dan memberinya peluang untuk membantu membentuk budaya kerja, sistem operasional, serta standar performa sejak tahap awal pengembangan tim.

Ia juga menegaskan bahwa Cadillac memiliki jajaran pembalap yang beragam dan potensial. Fokus utamanya adalah memastikan koordinasi yang baik antara pembalap, teknisi, serta seluruh elemen tim agar dapat mencapai performa maksimal di lintasan.

Graeme Lowdon turut memuji kehadiran sosok tersebut. Menurutnya, pengalaman balap yang dimiliki, ditambah kemampuan strategis serta pengelolaan sumber daya manusia, menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi tim. Ia menilai kemampuan menghubungkan pembalap, insinyur, dan manajemen akan menjadi faktor kunci saat Cadillac mempersiapkan debutnya di grid Formula 1.

Selain kiprahnya di dunia motorsport, ia juga dikenal memiliki hubungan profesional yang erat dengan Lewis Hamilton. Ia pernah berperan dalam pengembangan perusahaan milik Hamilton, Project 44, selama periode 2015 hingga 2021. Pada 2024, keduanya kembali bekerja sama ketika ia kembali dipercaya menjadi manajer bagi juara dunia F1 tujuh kali tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *