Eksklusif: Honda Amankan Fabio Quartararo untuk MotoGP 2027

Keputusan besar El Diablo di tengah perubahan regulasi dan ketidakpastian masa depan Yamaha

Sportsbook.co.id, Jakarta Fabio Quartararo, pembalap yang mengantarkan Yamaha meraih gelar juara dunia MotoGP terakhir pada musim 2021, bersiap membuka lembaran baru dalam kariernya. Setelah beberapa musim dilanda tekanan akibat performa motor yang tak kunjung kompetitif, rider berjuluk El Diablo itu akhirnya mengambil keputusan besar untuk hengkang.

Selama membela Yamaha, Quartararo menorehkan catatan impresif dengan total 11 kemenangan, 32 kali finis podium, serta 21 pole position. Musim 2026 nanti akan menjadi tahun kedelapan sekaligus terakhirnya bersama tim pabrikan asal Iwata tersebut.

Kepindahan Quartararo juga tak lepas dari perubahan besar di MotoGP yang akan dimulai pada 2027, seiring diberlakukannya regulasi teknis baru. Musim 2026 dipandang sebagai masa transisi, di mana pabrikan akan mulai mengalihkan fokus pengembangan menuju motor generasi anyar dengan mesin 850 cc empat silinder segaris. Masih menjadi tanda tanya sejauh mana Yamaha akan serius mengembangkan prototipe barunya dalam periode tersebut.

Ketika memperpanjang kontraknya pada April 2024, Quartararo sempat menyatakan keyakinannya terhadap proyek Yamaha. Ia percaya peningkatan investasi dan komitmen tim mampu melahirkan motor M1 yang sanggup bersaing dengan dominasi Ducati. Meski Yamaha memenuhi janji dalam hal sumber daya dan dana, hasil di lintasan dinilai belum cukup memuaskan. Kondisi ini membuat kesabaran pembalap asal Nice itu semakin menipis.

Dinamika Hubungan dengan Yamaha

Situasi tersebut diperparah oleh perubahan di jajaran manajemen Yamaha. Mundurnya Lin Jarvis pada akhir 2024 dan masuknya Paolo Pavesio sebagai pengganti membawa pendekatan baru dalam pengelolaan tim, termasuk hubungan dengan para pembalap—sesuatu yang tidak sepenuhnya sejalan dengan Quartararo.

“Saya tidak terlalu sering berkomunikasi dengan Pavesio. Fokus saya lebih banyak dengan orang-orang di garasi dan para insinyur,” ujar Quartararo dalam wawancara bersama Motorsport.com di Australia pada penghujung 2025.

Setelah Honda secara resmi memastikan kedatangan Quartararo, perhatian kini tertuju pada siapa yang akan menjadi tandemnya di tim pabrikan. Kontrak Joan Mir dan Luca Marini, dua pembalap yang saat ini mengisi garasi Honda, sama-sama akan berakhir pada akhir musim 2026.

Informasi yang dihimpun Motorsport.com menyebutkan bahwa Honda masih mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan pembalap kedua. Evaluasi terhadap motivasi Joan Mir menjadi salah satu fokus, sementara Luca Marini dinilai memiliki hubungan yang sangat solid dengan jajaran teknis Honda Jepang, yang kini memegang peran penting dalam pengambilan keputusan.

Di luar dua nama tersebut, Pedro Acosta dan Jorge Martín juga sempat masuk dalam radar. Martín bahkan dikabarkan mencoba mengakhiri kontraknya lebih cepat dengan Aprilia pada pertengahan 2025 setelah menjalin komunikasi dengan Honda, yang siap menampungnya untuk musim 2026. Namun, penolakan dari pihak Aprilia serta campur tangan otoritas kejuaraan membuat rencana juara dunia MotoGP 2024 itu gagal terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *