Federer Akui Merasa Gugup Saat Kembali ke Australian Open

Legenda tenis Swiss itu kembali ke Melbourne sebagai tamu kehormatan dan mengenang momen-momen terbaik sepanjang kariernya.

SportsBook.co.id, Jakarta Roger Federer mengungkapkan perasaan gugup saat kembali menginjakkan kaki di Australian Open, kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai tokoh utama dalam upacara pembukaan Australian Open 2026 yang digelar pada Sabtu (17/1) malam, menjelang dimulainya babak pertama pada Minggu (18/1).

Legenda tenis asal Swiss berusia 44 tahun itu mengakui bahwa momen tersebut terasa berbeda baginya. Ia mengatakan sudah lama tidak berada dalam situasi konferensi pers seperti sekarang. “Saya memang sedikit gugup. Terus terang, saya sudah tidak terbiasa lagi menjalani sesi seperti ini,” ujarnya kepada awak media, sebagaimana dikutip dari situs resmi Australian Open, Jumat.

Dalam acara tersebut, Federer akan tampil bersama Pat Rafter, Andre Agassi, dan Lleyton Hewitt dalam sebuah laga eksibisi yang mempertemukan mantan petenis nomor satu dunia. Momen ini juga menjadi ajang perpisahan simbolis bagi Federer dengan Melbourne Park, mengingat ia sebelumnya belum pernah mengucapkan salam perpisahan secara resmi di turnamen tersebut.

Federer terakhir kali tampil di Australian Open pada 2020 dan mencapai babak semifinal sebelum dikalahkan Novak Djokovic dengan straight set. Setelah itu, ia tidak pernah kembali bertanding di Melbourne hingga akhirnya mengakhiri karier profesionalnya pada 2022, menutup perjalanan luar biasa selama 24 tahun di dunia tenis.

Ia mengaku senang akhirnya kembali ke Rod Laver Arena dan merasakan lagi atmosfer lapangan besar. Menurut Federer, keputusan untuk tampil bukan hal yang mudah, karena akan lebih nyaman jika ia memilih tetap di rumah. Namun, ia merasa momen ini terlalu berharga untuk dilewatkan.

Federer juga menyebut kehadiran para legenda tenis lainnya membuatnya semakin nyaman. Ia merasa memiliki banyak kesamaan dengan Lleyton Hewitt, menikmati rivalitasnya dengan Pat Rafter, serta mengenang pertemuan-pertemuannya dengan Andre Agassi yang pernah ia hadapi sekitar 10 kali sepanjang kariernya.

Juara Grand Slam 20 kali itu datang ke Australia bersama anak-anak dan kedua orang tuanya, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bernostalgia selama sepekan. Meski dikenal sebagai sosok yang emosional, Federer tetap tenang saat ditanya tentang gelar Australian Open mana yang paling berkesan dari enam trofinya yang diraih pada 2004, 2006, 2007, 2010, 2017, dan 2018.

Ia akhirnya menunjuk final Australian Open 2017 melawan Rafael Nadal sebagai momen paling istimewa. Pertandingan lima set tersebut terasa luar biasa karena ia baru kembali setelah absen enam bulan akibat cedera dan datang tanpa ekspektasi tinggi.

Federer mengaku kala itu hanya berharap bisa melaju hingga perempat final. Namun, keberhasilannya menembus partai puncak dan memenangi final menjadikan laga tersebut sebagai salah satu pengalaman terbaik sepanjang kariernya.

Setelah pensiun, Federer membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar lapangan. Ia menyebut bahwa masa-masa akhir kariernya yang dipenuhi cedera dan minim pertandingan justru membantunya siap secara mental untuk berhenti.

Menurutnya, keputusan pensiun terasa melegakan karena ia merasa telah mencapai jauh lebih banyak dari yang pernah ia bayangkan. Federer menutup dengan mengatakan bahwa bahkan jika ia hanya meraih setengah dari pencapaiannya saat ini, ia tetap akan merasa sangat bangga atas perjalanan karier yang telah dijalaninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *