Gelombang Reaksi dan Proyeksi Terkait Potensi Trade Giannis Antetokounmpo

Spekulasi pertukaran Giannis Antetokounmpo memicu reaksi dari berbagai tim NBA jelang batas waktu trade

Sportsbook.co.id, Jakarta -Kurang dari satu pekan menjelang penutupan bursa transfer NBA, jagat basket dikejutkan oleh laporan Shams Charania (ESPN) yang menyebut Milwaukee Bucks mulai membuka peluang melepas Giannis Antetokounmpo. Superstar asal Yunani tersebut dikabarkan siap menjalani babak baru dalam kariernya, sebuah kabar yang langsung memantik respons luas serta beragam spekulasi soal skema pertukaran yang mungkin terjadi.

Setelah berbulan-bulan rumor dan laporan simpang siur beredar, situasi kini mengarah pada satu kepastian: Antetokounmpo diprediksi akan meninggalkan Bucks, baik sebelum batas waktu trade pada 5 Februari maupun setelah musim 2025–2026 rampung. Menurut Charania, sejumlah tim papan atas seperti Miami Heat, New York Knicks, Minnesota Timberwolves, dan Golden State Warriors masuk dalam daftar peminat serius.

Nama Warriors pun kembali mengemuka sebagai salah satu kandidat kuat. Namun bagi ikon klub tersebut, Stephen Curry, isu transfer bukanlah prioritas utama. Pemain yang telah mengoleksi empat cincin juara NBA itu menegaskan fokusnya tetap tertuju pada kemenangan dan peluang meraih gelar tambahan.

“Saya tahu apa yang terjadi di liga—rumor, pembicaraan soal trade, dan sebagainya. Tapi fokus saya sekarang adalah bagaimana caranya menang,” ujar Curry usai Warriors menaklukkan Utah Jazz 140–124 di Salt Lake City, Rabu (28/1) waktu setempat, seperti dikutip dari ESPN.

Ia juga menegaskan enggan terlibat dalam spekulasi. “Saya tidak membahas hal hipotetis. Itu hanya menghabiskan energi dan bukan tugas saya,” tambah calon Hall of Famer tersebut.

Sementara itu di Wilayah Timur, New York Knicks menunjukkan rasa percaya diri yang jarang terlihat. Pada 5 Januari lalu, pemilik tim James Dolan bahkan secara terbuka menyatakan di radio lokal WFAN bahwa Knicks “harus” menembus Final NBA, sebuah pernyataan yang menegaskan tingginya ekspektasi terhadap tim dan pelatih kepala mereka.

Pada bursa transfer musim panas 2025, Knicks disebut-sebut sebagai destinasi favorit Antetokounmpo. Meski Giannis kini berusia 31 tahun dan sempat diganggu cedera betis yang berulang, manajemen New York diyakini siap mengambil risiko dengan mengandalkan evaluasi staf medis mereka. Knicks dikabarkan siap melakukan berbagai manuver, selama tidak melibatkan Jalen Brunson, demi memboyong “The Greek Freak”.

Proses tersebut kemungkinan membutuhkan keterlibatan tim ketiga sebagai fasilitator. Sumber liga yang dikutip ClutchPoints menyebut skema pertukaran multitim menjadi opsi paling realistis jika Giannis benar-benar berlabuh di Madison Square Garden.

Meski situasi di Milwaukee masih berkembang, banyak laporan mengindikasikan saga ini dapat berlangsung hingga musim panas. Hal itu tidak serta-merta menutup peluang Knicks, yang meskipun tidak lagi memiliki Mitchell Robinson dalam kontrak, masih menyimpan modal draft yang cukup untuk ditawarkan.

Masih dari Wilayah Timur, Detroit Pistons muncul sebagai tim dengan aset yang memungkinkan terjadinya kesepakatan besar. Namun pertanyaan utamanya adalah: apakah mereka benar-benar ingin melakukannya?

Pistons tampil impresif pada musim 2025–2026 dengan memimpin klasemen Wilayah Timur lewat rekor 34–11, unggul enam pertandingan dari Knicks dan Boston Celtics. Kendati demikian, ketersediaan Antetokounmpo berpotensi menggoda manajemen untuk mempertimbangkan perubahan besar di tengah musim yang gemilang.

Meski kemungkinan itu kecil, Detroit termasuk tim yang relatif mudah menyusun tawaran kompetitif. Bobby Marks dari ESPN menulis bahwa Pistons memiliki kombinasi kontrak, pilihan draft, dan pemain muda yang memadai untuk mengejar Giannis.

“Detroit memiliki semua elemen yang dibutuhkan—mulai dari kontrak besar seperti Tobias Harris, hingga talenta muda Ausar Thompson, Jaden Ivey, dan Ron Holland, serta empat pilihan putaran pertama yang bisa diperdagangkan,” tulis Marks.

Berbeda dengan dua tim Timur lainnya, Philadelphia 76ers justru mendapat tekanan dari pendukungnya agar agresif mengejar Antetokounmpo. Walau tidak dianggap sebagai tujuan utama bagi peraih dua MVP tersebut, Sixers memiliki paket aset yang cukup menarik, termasuk gaji Paul George, rookie sensasional VJ Edgecombe, serta pilihan draft.

Peluang Giannis bergabung ke Philadelphia memang terbilang kecil, mengingat minat kuat dari Warriors, Heat, Timberwolves, dan Knicks. Namun gagasan membentuk trio mematikan bersama Joel Embiid dan Tyrese Maxey tetap menjadi bahan spekulasi menarik.

Di sisi lain, dinamika ini justru membawa angin segar bagi Houston Rockets. Meski tidak membidik Antetokounmpo, Rockets diuntungkan jika saga transfer ini segera tuntas karena dapat mempercepat pergerakan pasar secara keseluruhan.

Houston diketahui aktif berkomunikasi dengan sejumlah tim menjelang 5 Februari. Absennya point guard murni menjadi kelemahan utama mereka, tercermin dari rasio turnover 15,8 persen—peringkat ke-27 liga. Cedera ACL yang dialami Fred VanVleet sejak September membuatnya menjadi satu-satunya playmaker sejati dalam rotasi.

Masalah Rockets bertambah setelah Steven Adams harus mengakhiri musim lebih cepat usai menjalani operasi pergelangan kaki. Padahal, Adams berkontribusi besar dengan rata-rata 8,6 rebound per laga dan membantu Houston memimpin liga dalam persentase rebound ofensif.

Jika Antetokounmpo benar-benar dipindahkan sebelum tenggat waktu, efek domino diyakini akan terjadi. Aktivitas transfer di seluruh liga berpotensi meningkat drastis, membuka jalan bagi Rockets dan tim lain untuk mengamankan target mereka.

Belakangan, Houston dikaitkan dengan sejumlah nama seperti Jose Alvarado, Ayo Dosunmu, hingga beberapa pemain veteran. Dengan kebutuhan mendesak di posisi point guard dan waktu yang semakin menipis, pergerakan besar diyakini akan terjadi—terutama jika trade Giannis menjadi pemicu utama bursa transfer NBA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *