Sportsbook.co.id, Jakarta –Milwaukee Bucks kembali harus menelan pil pahit di NBA. Bermain di kandang sendiri, Fiserv Forum, Bucks gagal membendung dominasi juara bertahan Oklahoma City Thunder dan menyerah dengan skor telak 102-122. Usai laga, Giannis Antetokounmpo secara terbuka mengungkapkan evaluasinya terkait performa timnya yang terus menurun.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Bucks yang sudah kalah empat kali dalam lima pertandingan terakhir. Tiga dari kekalahan tersebut bahkan terjadi dengan margin lebih dari 18 poin, termasuk saat menghadapi Thunder.
Menurut Giannis, salah satu masalah utama Bucks adalah cara tim merespons ketertinggalan skor.
“Sering kali saat kami tertinggal 10, 15, atau bahkan 20 poin, kami mencoba mengejarnya hanya dalam satu serangan. Itu jelas tidak akan berhasil,” ujar Giannis seusai pertandingan.
Bucks sudah berada dalam posisi tertinggal sejak awal laga. Mereka kalah telak 38-18 pada kuarter pertama dan tak pernah mampu memangkas jarak menjadi di bawah 15 poin. Thunder bahkan sempat unggul hingga 25 poin pada kuarter ketiga. Efektivitas tim tamu terlihat dari akurasi tembakan mereka yang mencapai 54 persen, dengan 49 tembakan masuk dari 90 percobaan.
Thunder sendiri tampil impresif meski harus bermain tanpa lima pemain akibat cedera, yakni Jalen Williams, Isaiah Hartenstein, Alex Caruso, Aaron Wiggins, dan Jaylin Williams. Kemenangan ini menjadi yang ketujuh bagi Thunder dalam delapan laga terakhir.
Performa luar biasa ditunjukkan oleh Shai Gilgeous-Alexander. MVP NBA 2025 itu mencetak 40 poin, 11 assist, dan 7 rebound dengan efisiensi tinggi, memasukkan 16 dari 19 tembakan. Dukungan juga datang dari Ajay Mitchell dan Kenrich Williams yang masing-masing menyumbang 18 poin, sementara Luguentz Dort menambah 13 poin dan Chet Holmgren mencetak 10 angka.
Di kubu Bucks, Giannis tampil sebagai motor permainan tim. Pemain berusia 31 tahun itu mencatatkan dobel-dobel dengan 19 poin, 14 rebound, dan 7 assist. Dalam 31 menit bermain, ia hanya gagal memasukkan tiga dari 11 percobaan tembakan.
Namun Giannis menilai usaha individu belum cukup.
“Kami tidak bermain dengan serius dan tidak melakukan hal-hal mendasar dengan benar. Kami tidak kompak dan tidak benar-benar bermain untuk menang,” katanya.
Ia juga menyoroti kecenderungan pemain yang terlalu mementingkan diri sendiri. “Banyak pemain mencoba menciptakan peluangnya sendiri, bukan mencari tembakan terbaik untuk tim. Semua ingin melakukannya sendiri,” tambahnya.
Dengan catatan 18 kemenangan dan 25 kekalahan, Bucks kini terpuruk di posisi ke-11 Wilayah Timur. Sepanjang musim ini, mereka belum pernah meraih lebih dari dua kemenangan beruntun. Situasi tersebut membuat peluang Milwaukee untuk menembus babak playoff kian menipis.












