SportBook.co.id, Medan – Inter Milan menghadapi situasi sulit setelah kalah 1-3 dari Bodo/Glimt pada leg pertama play-off Liga Champions di Aspmyra Stadion. Pelatih Cristian Chivu mengonfirmasi bahwa kapten tim, Lautaro Martínez, mengalami cedera serius yang membuat masa depannya di leg kedua masih diragukan.
Meski datang ke Norwegia dengan modal enam kemenangan beruntun di semua kompetisi, Nerazzurri justru pulang dengan kekalahan yang membuat posisi mereka semakin sulit menjelang leg kedua di San Siro pekan depan.
Babak Pertama Seimbang, Babak Kedua Jadi Mimpi Buruk
Paruh pertama pertandingan berjalan relatif seimbang, namun nasib malang menimpa Inter setelah jeda. Dalam waktu singkat, Bodo/Glimt berhasil mencetak dua gol cepat yang membalikkan arah pertandingan. Pemanfaatan ruang di sisi pertahanan Inter dan transisi cepat membuat lini belakang tim tamu kewalahan menghadapi serangan Norwegia.
Cedera Lautaro Martinez Jadi Kekhawatiran
Kondisi Inter bertambah sulit ketika Lautaro Martínez terpaksa ditarik keluar pada pertengahan babak kedua karena masalah fisik. Ia digantikan oleh Marcus Thuram.
Usai pertandingan, Chivu mengungkapkan rasa khawatirnya:
“Kami kehilangan Lautaro. Dia mengalami cedera yang cukup serius,” ujar pelatih asal Rumania itu. “Ada beberapa pemain lain yang juga bermasalah dan akan kami evaluasi. Namun untuk Lautaro, kondisinya cukup mengkhawatirkan.”
Absennya striker Argentina ini menjadi pukulan besar, mengingat jadwal padat yang menanti. Lautaro kemungkinan besar akan absen saat Inter menghadapi Lecce di Serie A, sementara statusnya untuk leg kedua melawan Bodo/Glimt masih belum pasti.
Masih Ada Peluang di Leg Kedua
Meski tertinggal agregat, Chivu tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan. Ia menegaskan bahwa peluang Inter untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.
“Kami harus menilai kondisi tim terlebih dahulu. Tiga hari lagi ada laga Serie A melawan Lecce, setelah itu kami akan fokus ke leg kedua. Segalanya masih mungkin,” tegas Chivu.
Dengan dukungan publik San Siro, Inter dituntut tampil lebih disiplin, terutama saat menghadapi serangan balik lawan. Namun satu pertanyaan tetap menggantung: apakah Nerazzurri mampu bangkit tanpa sang kapten, Lautaro Martínez?
Jawaban akan terungkap dalam 90 menit penting di Milan pekan depan.












