SportsBook.co.id, Medan Atmosfer sempurna akhirnya tersaji di Arab Saudi. Dua kekuatan terbesar sepak bola Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, resmi dipertemukan dalam laga puncak Supercopa de EspaƱa 2026 yang bertajuk El Clasico.
Pertandingan sarat gengsi ini akan berlangsung di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB. Bukan sekadar perebutan trofi pembuka musim, duel ini juga menjadi ajang pembuktian siapa yang pantas disebut penguasa sepak bola Spanyol saat ini.
Bagi penonton di Indonesia, sedikit kesabaran masih dibutuhkan. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai stasiun televisi nasional yang akan menyiarkan laga final tersebut secara langsung.
Meski demikian, panasnya rivalitas sudah terasa jauh sebelum laga dimulai. Barcelona datang dengan status juara bertahan, sementara Real Madrid membawa ambisi membalas luka lama yang belum terhapus.
Jalan Berbeda Menuju Partai Puncak
Barcelona melangkah ke final dengan cara meyakinkan. Tim asuhan Hansi Flick tampil buas saat membantai Athletic Bilbao dengan skor telak 5-0 di semifinal yang digelar di Jeddah.
Raphinha kembali menjadi aktor utama lewat dua golnya. Ferran Torres, Fermin Lopez, dan Roony Bardghji turut menyumbang gol untuk melengkapi kemenangan dominan Blaugrana. Hasil ini menjadi peringatan serius bagi siapa pun yang berdiri di hadapan mereka.
Sementara itu, perjalanan Real Madrid menuju final jauh lebih menantang. Los Blancos harus melewati derby panas melawan Atletico Madrid sebelum akhirnya memastikan tiket final dengan kemenangan tipis 2-1.
Federico Valverde dan Rodrygo menjadi penentu kemenangan tim besutan Xabi Alonso. Meski tidak tampil dengan kekuatan penuh, Madrid menunjukkan mental juara yang mampu bertahan di bawah tekanan tinggi.
Benturan Dua Karakter Permainan
Menjelang laga puncak, data performa kedua tim menyajikan kontras menarik. Barcelona tengah berada dalam performa luar biasa dengan lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Lebih impresif lagi, gawang mereka belum sekalipun kebobolan dalam periode tersebut. Total 13 gol berhasil dicetak, menunjukkan keseimbangan sempurna antara solidnya pertahanan dan tajamnya lini depan.
Di kubu seberang, Real Madrid tampil lebih eksplosif dalam menyerang. Mereka mencetak 14 gol dalam lima laga terakhir, namun lini belakang masih menyisakan celah setelah kebobolan lima kali dan hanya mencatat satu clean sheet.
Kerapuhan tersebut bisa menjadi peluang emas bagi Barcelona, terutama bagi pemain-pemain cepat seperti Raphinha yang gemar memanfaatkan ruang di lini pertahanan lawan.
Aroma Balas Dendam dan Luka Masa Lalu
Final ini juga membawa misi khusus bagi Real Madrid. Pada edisi Supercopa sebelumnya, mereka harus menerima kenyataan pahit setelah dihajar Barcelona 2-5 di partai final.
Dalam laga tersebut, Raphinha kembali menjadi mimpi buruk Madrid dengan dua gol, disusul kontribusi Lamine Yamal, Robert Lewandowski, dan Alejandro Balde. Kekalahan itu menjadi simbol dominasi Barcelona sepanjang musim 2024/2025.
Namun, situasi kini mulai berubah. Real Madrid berhasil mematahkan dominasi tersebut dengan kemenangan 2-1 atas Barcelona di ajang La Liga pada 26 Oktober 2025.
Hasil tersebut memberi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Xabi Alonso. Kini, publik sepak bola menanti jawabannya di Riyadh: apakah Barcelona kembali mengangkat trofi, atau Real Madrid yang sukses menuntaskan misi revans?












