Jamie Carragher: Liverpool Tak Cocok dengan Kerasnya Liga Inggris

Jamie Carragher memperingatkan ancaman serius bagi Arne Slot jika The Reds gagal finis di zona Liga Champions

SportsBook.co.id, Medan -Posisi Liverpool Tertekan, Masa Depan Arne Slot Mulai Dipertanyakan

Situasi Liverpool di Premier League musim 2025/2026 mulai menimbulkan kekhawatiran serius. Kekalahan dari AFC Bournemouth pada pekan sebelumnya bukan hanya kehilangan tiga poin, tetapi juga menjadi sinyal bahaya bagi target besar The Reds musim ini.

Hasil tersebut membuat Liverpool melorot ke posisi keenam klasemen sementara. Kondisi ini semakin rumit karena dua rival langsung, Chelsea dan Manchester United, justru berhasil meraih kemenangan. Persaingan menuju zona Liga Champions pun kian ketat dan penuh tekanan.

Dalam kondisi seperti ini, perhatian publik mulai tertuju pada posisi pelatih kepala. Arne Slot, yang datang ke Anfield dengan harapan tinggi, perlahan mulai berada di bawah sorotan tajam. Jika Liverpool gagal mengamankan tiket Liga Champions lewat jalur liga, posisinya berpotensi terancam.

Legenda klub Liverpool, Jamie Carragher, menyampaikan peringatan tegas terkait situasi tersebut. Menurutnya, masa depan Slot bisa berada dalam bahaya apabila The Reds finis di luar empat besar klasemen akhir.

Carragher mengakui bahwa sebagian kritik terhadap Slot selama ini terkesan berlebihan. Namun, ia menegaskan bahwa semua pembelaan itu akan kehilangan makna jika Liverpool gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

“Saya pikir banyak kritik dan sikap kurang hormat itu berlebihan, apalagi mereka baru saja menjuarai liga musim lalu,” ujar Carragher.
“Namun jika dia gagal membawa Liverpool ke Liga Champions, tidak ada dasar kuat baginya untuk bertahan.”

Lebih lanjut, Carragher menilai bahwa publik Anfield masih bisa menerima kegagalan dalam perebutan gelar juara. Akan tetapi, absen dari kompetisi elite Eropa merupakan batas yang sulit ditoleransi.

“Sebagai klub dan suporter, kami bisa menerima jika musim ini tidak juara. Itu mengecewakan, tapi masih bisa dipahami,” katanya.
“Masalah muncul ketika Anda melihat Manchester United dan Chelsea mulai bangkit, lalu membayangkan Liverpool finis di luar zona Liga Champions. Itu benar-benar mengkhawatirkan.”

Menurut Carragher, ketika peluang ke Liga Champions mulai terancam, dinamika pembicaraan tentang pelatih akan berubah secara drastis.

“Begitu target Liga Champions terasa goyah, diskusi soal posisi pelatih otomatis masuk ke wilayah yang sangat berbeda.”

Ia juga menyoroti masalah yang lebih mendasar, yakni karakter skuad Liverpool saat ini. Carragher menilai tim tersebut tidak sepenuhnya dirancang untuk menghadapi tuntutan keras dan kompleks Premier League.

“Kekhawatiran terbesar saya soal peluang Liverpool ke Liga Champions berkaitan dengan tiga aspek utama di Liga Inggris,” jelasnya.
“Situasi bola mati dan lemparan jauh, serangan balik—baik saat menyerang maupun bertahan—serta menghadapi tim dengan pertahanan rendah. Liverpool kesulitan di semua aspek itu.”

Carragher melihat perbedaan mencolok antara performa Liverpool di kompetisi domestik dan Eropa. Di Liga Champions, The Reds justru tampil lebih meyakinkan karena karakter permainan lawan yang berbeda.

“Kita melihat tim yang kurang cocok dengan ritme Liga Inggris. Di Eropa, apakah bola mati dan lemparan jauh sepenting itu? Tidak,” ujarnya.
“Serangan balik tetap ada, tapi tidak sedominan di Premier League. Selain itu, jarang ada tim yang bertahan total di Eropa, dan itu justru menguntungkan Liverpool.”

Ia bahkan meyakini Liverpool masih berpotensi menjadi ancaman serius di kancah Eropa musim ini.

“Mereka bisa mengalahkan Real Madrid, menang di kandang Inter Milan, menang di Marseille, menembus delapan besar, dan melaju jauh di fase gugur,” kata Carragher.
“Namun, saya tidak yakin tim ini dibangun untuk bersaing secara konsisten di Liga Inggris.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *