SportsBook.co.id, Jakarta -Nama Sony Dwi Kuncoro kembali mencuat di dunia bulu tangkis Indonesia. Namun kali ini, sorotan tidak tertuju pada sang legenda, melainkan kepada putrinya, Divya Amanta Kuncoro. Atlet muda asal Jawa Timur tersebut sukses mencuri perhatian setelah tampil gemilang dan keluar sebagai juara di Kejuaraan Nasional PBSI 2025.
Gelar tersebut menjadi bukti awal bahwa talenta dan semangat juang sang ayah menurun kuat pada diri Divya. Tampil di nomor Tunggal Taruna Putri (TTI) Divisi II, Divya menunjukkan ketangguhan mental meski harus menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman dan usianya relatif lebih muda dibanding pesaing lain.
Pada partai puncak, Divya berhasil mengatasi perlawanan Justica Sarira Yeo asal Kepulauan Riau. Ia menutup pertandingan final dengan kemenangan dua gim langsung, masing-masing 21-16 dan 21-18. Hasil ini bukan sekadar menghadirkan trofi, tetapi juga menjadi penanda seriusnya Divya sebagai calon bintang masa depan.
Divya mengaku tak menyangka bisa melangkah hingga menjadi juara. Menurutnya, kemenangan tersebut terasa istimewa karena ia harus bersaing dengan pemain yang lebih senior. Ia pun merasa bangga karena kerja keras dan latihan panjang akhirnya terbayar di ajang nasional. Pernyataan itu disampaikannya melalui laman resmi PBSI, Minggu (28/12/2025).
Keberhasilan di Kejurnas PBSI 2025 menjadi pijakan awal bagi Divya dalam mengejar mimpi besar di dunia bulu tangkis. Ia tak menampik bahwa sosok ayahnya, Sony Dwi Kuncoro, menjadi sumber inspirasi utama. Sony dikenal sebagai salah satu tunggal putra terbaik Indonesia yang pernah mempersembahkan medali perunggu Olimpiade Athena 2004.
Bagi Divya, gelar juara ini ia dedikasikan untuk orang-orang terdekat yang selalu mendukung perjalanannya, mulai dari keluarga, klub, hingga Provinsi Jawa Timur yang ia wakili. Ia berharap prestasi ini bisa menjadi bekal penting untuk mengikuti, bahkan menyamai, pencapaian sang ayah di level tertinggi.
Meski meraih hasil membanggakan, Divya menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi. Ia menyoroti faktor ketenangan dan pengurangan kesalahan sendiri sebagai fokus utama evaluasi ke depan, terutama setelah sempat merasakan tekanan akibat sorakan pendukung lawan di laga final.
Perkembangan Divya juga tak terlepas dari peran besar Sony Dwi Kuncoro yang kini aktif membina atlet-atlet muda. Sejak mengakhiri karier profesionalnya pada 2019, peraih gelar Indonesia Super Series 2008 itu tetap berkontribusi di dunia bulu tangkis melalui jalur pembinaan.
Sony mendirikan GOR Sony Dwi Kuncoro Badminton Hall di Medokan Ayu, Surabaya, serta membangun klub Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Training. Dari tempat inilah, ia terlibat langsung dalam pengembangan bakat-bakat muda, termasuk membimbing putrinya sendiri menuju panggung prestasi.












