SportsBook.co.id, Jakarta – Persaingan menuju laga panas Derby della Madonnina semakin memanas. Menjelang pertemuan krusial tersebut, AC Milan mencoba melihat peluang dari situasi yang tengah dihadapi rival sekotanya, Inter Milan. Padatnya agenda pertandingan Inter dinilai bisa menjadi faktor yang memengaruhi performa mereka dalam duel sarat gengsi itu.
Walau baru saja kehilangan poin saat tampil di kandang, Milan masih menjaga optimisme dalam perburuan posisi teratas klasemen. Selisih tujuh poin dengan Inter memang tidak kecil, namun masih berada dalam jangkauan jika konsistensi mampu dijaga hingga akhir musim. Situasi ini membuat Rossoneri berharap kelelahan fisik lawan dapat menjadi keuntungan tersendiri.
Inter Dihantam Jadwal Berat di Berbagai Kompetisi
Berdasarkan laporan media Italia, Inter tengah dihadapkan pada rangkaian pertandingan yang padat dalam waktu berdekatan. Klub berjuluk Nerazzurri itu harus menjalani laga tandang di kompetisi Eropa dengan perjalanan jauh yang menguras energi.
Salah satu agenda terdekat adalah lawatan ke Norwegia untuk menghadapi Bodø/Glimt dalam ajang Liga Champions UEFA. Perjalanan panjang dan intensitas pertandingan tingkat tinggi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran para pemain.
Sepulang dari laga tersebut, Inter tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Mereka dijadwalkan kembali turun di kompetisi domestik dengan bertandang ke markas Lecce. Setelah itu, fokus kembali terpecah karena jadwal Eropa kembali menanti pada pekan berikutnya.
Tidak hanya itu, Inter juga masih terlibat di ajang Coppa Italia. Mereka harus menghadapi Genoa serta Como dalam lanjutan turnamen tersebut. Dengan jadwal yang demikian rapat, rotasi pemain hampir tak terhindarkan.
Milan Fokus Penuh di Kompetisi Domestik
Berbeda dengan rivalnya, Milan relatif memiliki jadwal yang lebih ringan dalam waktu dekat. Skuad asuhan Massimiliano Allegri bisa lebih memusatkan perhatian pada pertandingan liga sebelum derby berlangsung.
Rossoneri hanya perlu menghadapi Cremonese dalam waktu dekat tanpa terganggu oleh jadwal Eropa. Kondisi ini memberi keuntungan dari sisi persiapan taktik maupun pemulihan fisik pemain.
Situasi tersebut dinilai sebagai peluang emas untuk memangkas jarak poin. Dengan lawan yang secara kualitas berada di bawah, Milan dituntut untuk tampil maksimal dan tidak mengulangi kesalahan yang membuat mereka kehilangan angka sebelumnya.
Tekanan Psikologis Jadi Senjata Tambahan
Allegri menyadari bahwa perburuan gelar tidak hanya soal kualitas teknis di lapangan, tetapi juga menyangkut aspek mental. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya menyapu bersih dua laga terdekat, termasuk saat menghadapi Parma.
Kemenangan beruntun diyakini dapat memberikan tekanan tambahan kepada Inter yang sedang menjalani periode melelahkan. Jika Milan mampu terus meraih tiga poin, jarak di klasemen bisa semakin menipis sebelum duel derby digelar.
Pelatih berusia 58 tahun itu juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan tim papan bawah. Dalam beberapa musim terakhir, Milan kerap kehilangan poin saat menghadapi lawan yang secara statistik seharusnya bisa diatasi. Hal tersebut tidak boleh terulang jika mereka ingin tetap menjaga asa.
Disiplin dan Konsistensi Jadi Kunci Rossoneri
Untuk menjaga peluang tetap terbuka, Allegri menuntut kedisiplinan taktis dan fokus penuh di setiap pertandingan. Ia memahami bahwa mengandalkan kelelahan lawan saja tidak cukup. Milan harus memastikan performa mereka sendiri stabil dan efektif.
Pertahanan solid serta efektivitas lini depan akan menjadi faktor penting dalam membangun tren positif. Selain itu, manajemen energi pemain juga diperhatikan agar tim tetap berada dalam kondisi optimal jelang derby.
Derby della Madonnina bukan sekadar pertandingan biasa. Laga ini selalu membawa dampak besar terhadap dinamika persaingan di papan atas Serie A. Jika Milan mampu memanfaatkan situasi padatnya jadwal Inter dan menjaga konsistensi, peluang untuk memangkas selisih poin akan terbuka lebar.
Kini, semua bergantung pada kemampuan Rossoneri menjaga fokus dan memaksimalkan setiap peluang yang ada. Derby nanti bisa menjadi titik balik, namun sebelum itu, pekerjaan rumah di laga-laga sebelumnya harus diselesaikan tanpa cela.












