SportsBook.co.id, Surabaya – Penampilan gemilang Joan Garcia dalam laga Derby Catalan langsung menyedot perhatian publik sepak bola Spanyol. Meski namanya kini ramai disebut-sebut layak dipanggil ke Timnas Spanyol, kiper muda Barcelona itu memilih merespons dengan sikap tenang dan realistis.
Aksi impresifnya saat menghadapi Espanyol memicu diskusi luas di kalangan penggemar dan pengamat. Banyak yang menilai Garcia sudah pantas mendapat kesempatan membela La Roja dalam waktu dekat.
Namun, sang penjaga gawang menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah tim nasional. Ia menilai kesempatan memperkuat Spanyol hanyalah bonus, sementara tanggung jawab utamanya adalah tampil konsisten bersama Barcelona.
Bagi Garcia, menjaga performa stabil di bawah mistar Blaugrana jauh lebih penting dibanding mengejar panggilan tim nasional yang belum tentu datang.
Bersinar di Derby, Tetap Tenang di Bawah Tekanan
Joan Garcia tampil sebagai sosok krusial dalam kemenangan 2-0 Barcelona atas Espanyol. Ia mencatatkan enam penyelamatan penting yang memastikan timnya pulang dengan tiga poin.
Penampilan tersebut terasa lebih istimewa karena laga digelar di tengah atmosfer penuh tekanan. Garcia harus menghadapi sorakan tajam dari suporter klub yang pernah ia bela sebelumnya.
Meski suasana stadion begitu panas dan intimidatif, kiper muda itu justru menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia tampil dewasa dan fokus sepanjang pertandingan.
“Saya menjalani laga ini seperti pertandingan lainnya. Saya sadar atmosfernya akan berbeda karena latar belakang saya,” ujar Garcia usai pertandingan.
Menurutnya, pertandingan tersebut sudah menjadi masa lalu. Ia kini langsung mengalihkan fokus ke agenda berikutnya bersama Barcelona.
“Saya bisa tetap fokus sepanjang laga. Sekarang pikiran saya tertuju pada Piala Super, dan saya sangat ingin meraih gelar itu,” tegasnya.
Cara Joan Garcia Menjaga Mental Tetap Kuat
Di tengah tren pemain yang menggunakan jasa psikolog olahraga, Joan Garcia mengaku memiliki pendekatan berbeda dalam menjaga kondisi mentalnya.
Ia merasa dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat sudah cukup untuk membantunya tetap stabil secara emosional. Menurutnya, setiap pemain memiliki kebutuhan mental yang tidak selalu sama.
“Setiap orang punya cara masing-masing. Untuk saat ini, saya belum merasa perlu pendamping psikolog. Dukungan keluarga sudah sangat membantu,” ungkapnya.
Sebagai gantinya, Garcia rutin melakukan latihan visualisasi sebelum pertandingan. Ia membayangkan berbagai kemungkinan situasi yang bisa terjadi di lapangan.
Dengan metode tersebut, ia merasa lebih siap menghadapi bola-bola sulit maupun momen refleks mendadak saat pertandingan berlangsung.
“Saya mencoba membayangkan apa saja yang mungkin terjadi di lapangan. Dengan begitu, tidak ada situasi yang benar-benar mengejutkan,” pungkasnya.












