SportsBook.co.id, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menyelesaikan agenda perjalanannya ke Eropa dan kini kembali ke Tanah Air. Lawatan tersebut menjadi bagian dari program awal Herdman dalam memantau langsung kondisi serta perkembangan para pemain diaspora yang berkarier di berbagai kompetisi Eropa.
Sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, Herdman dinilai ingin mendapatkan gambaran menyeluruh terkait kualitas, kesiapan, dan karakter para pemain yang berpotensi memperkuat skuad Garuda. Pemantauan langsung ini dianggap penting sebelum ia menentukan komposisi tim serta arah pengembangan Timnas Indonesia ke depan.
Fokus Pantau Pemain Diaspora di Eropa
Selama berada di Benua Biru, John Herdman diketahui mengunjungi sejumlah pemain diaspora yang selama ini masuk radar Timnas Indonesia. Beberapa nama yang dipantau antara lain Kevin Diks yang bermain bersama Borussia Monchengladbach, Dean James yang membela Go Ahead Eagles, serta Jay Idzes yang memperkuat Sassuolo di Liga Italia.
Kunjungan Herdman tidak hanya sebatas menonton pertandingan, tetapi juga memperhatikan aktivitas latihan, kebugaran fisik, serta peran para pemain tersebut di klub masing-masing. Langkah ini menunjukkan keseriusan sang pelatih dalam membangun Timnas Indonesia berbasis data dan pengamatan langsung, bukan hanya laporan di atas kertas.
PSSI Belum Pastikan Ada Pencarian Pemain Naturalisasi
Muncul pertanyaan di kalangan publik sepak bola nasional terkait apakah perjalanan Herdman ke Eropa juga dimanfaatkan untuk mencari pemain keturunan baru yang berpeluang dinaturalisasi. Menanggapi isu tersebut, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengaku pihaknya belum memperoleh informasi pasti terkait hal tersebut.
“Kami belum tahu pasti. Bisa saja dia melihat yang sudah ada dulu. Mungkin fokusnya ke pemain yang selama ini sudah masuk skuad,” ujar Arya saat ditemui di GBK Arena, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Arya menjelaskan bahwa John Herdman saat ini masih berada pada tahap pengenalan terhadap skuad yang ada. Menurutnya, pelatih asal Inggris itu bahkan belum sepenuhnya mencoba seluruh pemain yang sudah tersedia, sehingga terlalu dini untuk membicarakan penambahan pemain baru melalui jalur naturalisasi.
Evaluasi Pemain yang Ada Jadi Prioritas Awal
PSSI menilai langkah paling masuk akal bagi Herdman adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemain yang sudah ada sebelum mengambil keputusan besar. Arya menegaskan bahwa seorang pelatih tentu perlu waktu untuk memahami karakter, kemampuan, serta kecocokan pemain dengan sistem permainan yang ingin diterapkannya.
“Yang ada saja kan belum pernah dia coba semua. Jadi dia perlu tes dulu, lihat langsung, baru nanti tahu kebutuhan timnya seperti apa,” kata Arya.
Pendekatan ini dinilai wajar mengingat perubahan pelatih biasanya diikuti dengan perubahan filosofi bermain. Herdman diyakini ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan teknis, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan publik.
Debut Herdman di FIFA Series Maret 2026
John Herdman dijadwalkan menjalani debut resminya bersama Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series Maret 2026. Turnamen tersebut akan menjadi panggung awal bagi Herdman untuk melihat langsung performa para pemain Garuda dalam situasi pertandingan kompetitif.
PSSI memandang FIFA Series sebagai momen krusial bagi sang pelatih untuk menguji komposisi tim, pembagian peran, serta chemistry antar pemain. Hasil dari turnamen ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi utama sebelum Timnas Indonesia melangkah ke agenda berikutnya.
Arya menyebutkan bahwa akan terasa janggal apabila penambahan pemain dilakukan sebelum Herdman benar-benar memahami potensi skuad yang sudah ada.
“Kan lucu juga kalau nambah pemain, tapi yang ada saja belum tahu kemampuannya, pembagiannya juga belum tahu. Jadi mungkin setelah FIFA Series baru dievaluasi,” jelas Arya.
Naturalisasi Belum Masuk Agenda Waktu Dekat
Terkait peluang naturalisasi pemain dalam waktu dekat, PSSI memberi sinyal bahwa langkah tersebut belum menjadi prioritas utama. Arya mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan serius mengenai penambahan pemain naturalisasi di era kepelatihan John Herdman.
“Saya belum dapat kabar apa pun soal naturalisasi. Apalagi ini waktunya terlalu dekat. Sekarang sudah Februari, sementara FIFA Series Maret 2026 sudah di depan mata,” ujarnya.
Menurut Arya, proses naturalisasi bukan perkara singkat. Selain membutuhkan waktu administrasi, pemain juga harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim dan rencana jangka panjang pelatih. Oleh karena itu, PSSI menilai lebih realistis bagi Herdman untuk memaksimalkan potensi pemain yang sudah tersedia.
Pendekatan Bertahap Demi Stabilitas Timnas
Sikap hati-hati yang ditunjukkan PSSI dan John Herdman mencerminkan keinginan untuk membangun Timnas Indonesia secara bertahap dan berkelanjutan. Alih-alih terburu-buru menambah pemain, fokus utama saat ini adalah menciptakan fondasi tim yang solid.
Setelah FIFA Series Maret 2026, barulah PSSI bersama Herdman akan mengevaluasi apakah diperlukan tambahan pemain, termasuk dari jalur naturalisasi. Keputusan tersebut nantinya akan diambil berdasarkan kebutuhan teknis, keseimbangan tim, serta visi jangka panjang Timnas Indonesia.
Dengan pendekatan ini, publik diharapkan bersabar dan memberikan waktu bagi John Herdman untuk bekerja. Kehadiran pelatih baru bukan hanya soal hasil instan, tetapi juga proses membangun tim nasional yang kompetitif dan konsisten di level internasional.












