SportBook.co.id, Medan – Pertandingan Liga Champions antara Galatasaray dan Juventus pada 17 Februari 2026 di Rams Park, Istanbul, menghadirkan drama menegangkan. Tim asal Turki ini meraih kemenangan besar 5-2 atas Juventus, menciptakan keunggulan tiga gol jelang leg kedua di Turin.
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka di papan skor, tetapi juga mencatat sejarah baru bagi kedua klub. Galatasaray tampil impresif dengan membobol pertahanan Juventus lima kali, sementara Bianconeri harus menelan salah satu kekalahan terberat mereka di ajang Liga Champions.
Jalannya Pertandingan
Gabriel Sara membuka skor untuk Galatasaray pada menit ke-15, membangkitkan semangat tuan rumah. Juventus segera merespons melalui Teun Koopmeiners, yang berhasil mencetak dua gol beruntun pada menit ke-16 dan ke-32, sehingga pertandingan sempat seimbang. Namun, pada menit ke-49, Noa Lang berhasil menyamakan kedudukan untuk Galatasaray.
Davinson Sanchez kembali membawa Galatasaray unggul pada menit ke-60. Situasi semakin sulit bagi Juventus ketika Juan Cabal diganjar kartu merah pada menit ke-67, memaksa tim bermain dengan sepuluh pemain. Galatasaray memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, dengan Noa Lang mencetak gol keduanya pada menit ke-74.
Pesta gol tuan rumah ditutup oleh Sacha Boey pada menit ke-86. Meski tidak mencetak gol sendiri, Victor Osimhen memberikan kontribusi besar dalam dua gol terakhir Galatasaray.
Rekor dan Statistik
Kekalahan ini mencatat sejarah bagi Juventus, yang kebobolan lima gol dalam satu laga kompetisi Eropa untuk kedua kalinya, sekaligus menjadi yang pertama kali terjadi di Liga Champions. Sebelumnya, Juventus pernah kalah 0-7 dari Wiener di European Cup 1958/59.
Bagi Galatasaray, ini menjadi momen bersejarah karena berhasil mencetak lima gol di Liga Champions untuk pertama kalinya. Noa Lang menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol di debut Liga Champions bagi Galatasaray, sementara Gabriel Sara menjadi pemain pertama sejak Wesley Sneijder pada April 2013 yang mencatat gol sekaligus assist dalam satu pertandingan.
Analisis Pertandingan
Pertahanan Juventus yang biasanya solid, kali ini kewalahan menghadapi serangan Galatasaray. Kartu merah Juan Cabal menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan. Galatasaray tampil tajam di lini depan, sementara Juventus perlu mengevaluasi strategi mereka sebelum leg kedua.
Dengan hasil ini, Galatasaray mendapatkan keuntungan psikologis jelang pertemuan berikutnya. Juventus harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan di Turin. Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, hasil yang tak terduga selalu mungkin terjadi.












