SportsBook.co.id, Jakarta – Kompetisi basket anyar bernama Project B, yang akan mempertandingkan kategori putra dan putri, secara resmi menetapkan Tokyo sebagai kota pertama dalam rangkaian tur globalnya.
Penyelenggaraan Project B di ibu kota Jepang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2027. Agenda ini menjadi langkah awal liga tersebut untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional melalui konsep kompetisi lintas negara.
Tokyo masuk dalam daftar tujuh kota tuan rumah yang akan disinggahi Project B sepanjang musim global circuit. Rangkaian musim ini akan dimulai pada November dan berakhir pada April, dengan setiap kota menggelar turnamen selama kurang lebih 10 hari.
Format kompetisi dirancang untuk menghasilkan juara di tiap kota, sekaligus mengumpulkan poin yang berpengaruh terhadap penentuan juara musim secara keseluruhan. Khusus di Tokyo, pertandingan akan digelar di Toyota Arena pada periode 26 Maret hingga 4 April 2027.
Head of Project B Jepang, Keisuke Mitsui, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Tokyo sebagai destinasi pembuka. Ia menilai kota tersebut merupakan titik temu antara budaya global, inovasi, dan perkembangan basket modern.
Menurut Mitsui, Toyota Arena diyakini akan menjadi panggung yang berkesan bagi para atlet sekaligus tujuan baru bagi penggemar basket dari berbagai belahan dunia.
Baik turnamen putra maupun putri masing-masing akan melibatkan 66 pemain yang terbagi ke dalam enam tim. Untuk sektor putri, Project B telah mengumumkan 10 nama awal, termasuk pemain-pemain papan atas seperti Nneka Ogwumike, Alyssa Thomas, Jonquel Jones, Jewell Loyd, dan Kelsey Mitchell.
Keterlibatan bintang basket Jepang, Mai Yamamoto, turut menambah daya tarik tersendiri bagi publik tuan rumah. Yamamoto mengungkapkan kebanggaannya bisa ambil bagian dan berambisi memperkenalkan karakter permainan Jepang di panggung dunia melalui kecepatan serta energi khas para pemainnya.
Sementara itu, daftar pemain putra dijadwalkan akan diumumkan pada akhir tahun ini. Meski demikian, Project B sudah menjadi sorotan karena komitmennya terhadap kesejahteraan atlet, khususnya di sektor putri.
Penyelenggara menyebutkan bahwa skema gaji pemain putri di Project B akan berada di atas standar yang saat ini berlaku di WNBA, bahkan diperkirakan melampaui kompetisi 3-on-3 Unrivaled.
Kehadiran liga ini dinilai sangat tepat waktu, seiring meningkatnya popularitas basket putri profesional serta masih berlangsungnya negosiasi intens antara WNBA dan asosiasi pemain terkait isu gaji dan pembagian pendapatan.












