SportsBook.co.id, Bandung – MotoGP
Pembalap KTM Tech3, Maverick Vinales, mulai mempersiapkan diri secara serius untuk menghadapi MotoGP musim 2026. Pebalap berjuluk Top Gun itu memahami bahwa dirinya membutuhkan pendekatan berbeda untuk bisa kembali tampil kompetitif di level tertinggi.
Sebagai langkah strategis, Vinales memutuskan menjalin kerja sama dengan Jorge Lorenzo. Mantan juara dunia MotoGP tiga kali tersebut akan bertindak sebagai pelatih khusus atau performance coach, dengan fokus membantu Vinales menemukan kembali performa terbaiknya.
Kolaborasi dua mantan pembalap tim pabrikan Yamaha ini memiliki target ambisius, yakni membawa Vinales bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Selama jeda musim dingin, Vinales dan Lorenzo memanfaatkan waktu dengan menjalani program latihan intensif. Keduanya fokus pada berbagai metode, mulai dari latihan menggunakan motor supersport hingga sesi flat track untuk mempertajam kemampuan teknis dan kontrol motor.
Dalam perannya, Lorenzo akan memberikan pendampingan di tiga area utama, yaitu peningkatan kondisi fisik, penguatan aspek strategi balap, serta pengembangan teknik dan kemampuan atletik Vinales.
Lorenzo meyakini bahwa Vinales masih memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Ia bahkan menilai bakat alami Vinales berada di atas sejumlah pebalap muda berbakat, termasuk Pedro Acosta yang saat ini menjadi andalan KTM.
“Saya yakin Pedro akan menjadi juara dunia MotoGP suatu hari nanti. Namun, secara kecepatan dan bakat murni, Maverick menurut saya berada di level yang lebih tinggi,” ujar Lorenzo, seperti dikutip dari Speedweek, Jumat (26/12/2025).
Lorenzo juga menambahkan bahwa banyak pembalap dengan talenta di bawah Vinales mampu meraih gelar juara dunia. Oleh karena itu, ia percaya tidak ada alasan bagi Vinales untuk tidak mencapai prestasi serupa.
“Capaian Maverick sejauh ini belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan aslinya. Tugas kami sekarang adalah memperkecil jarak antara potensi dan hasil di lintasan,” lanjut Lorenzo.
Meski optimisme tinggi, jalan Vinales menuju papan atas tetap penuh tantangan. Marc Marquez yang kini membela Ducati Lenovo diprediksi kembali menjadi kandidat kuat juara musim depan.
Selain itu, persaingan juga datang dari sejumlah nama lain seperti Marco Bezzecchi bersama Aprilia, Alex Marquez dari Gresini, serta Francesco “Pecco” Bagnaia di tim Ducati Lenovo. Dari internal KTM, Vinales juga harus bersaing ketat dengan Pedro Acosta.
Sepanjang kariernya di MotoGP, Vinales kerap menunjukkan kecepatan dan bakat luar biasa. Pada musim debutnya bersama KTM, ia sempat tampil menjanjikan sebelum cedera bahu yang dialaminya di Sachsenring menghambat performa.
Namun demikian, Vinales dikenal sebagai pebalap yang sangat sensitif terhadap setelan motor dan kondisi balap. Oleh sebab itu, menjaga konsistensi menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus ia selesaikan demi kembali bersinar di MotoGP.












