SportsBook.co.id, Jakarta – Perjalanan panjang karier Neymar sebagai pesepak bola profesional mulai memasuki fase penuh refleksi. Penyerang asal Brasil tersebut mengungkapkan bahwa tahun 2026 bisa saja menjadi musim terakhirnya di level tertinggi sepak bola.
Di usia 34 tahun, Neymar saat ini kembali memperkuat klub yang membesarkan namanya, Santos FC. Kepulangannya ke tanah kelahiran terjadi setelah ia mengakhiri kebersamaan dengan Al Hilal pada 30 Januari 2025. Kembalinya sang bintang ke Brasil bukan hanya menjadi momen emosional, tetapi juga membuka bab baru dalam kariernya yang sarat prestasi.
Fokus Musim Ini dan Ketidakpastian Masa Depan
Dalam sejumlah pernyataan terbaru, Neymar tidak menampik bahwa masa depannya sebagai pemain profesional masih belum pasti. Ia memilih menjalani kariernya secara bertahap, tanpa menetapkan rencana jangka panjang yang terlalu jauh.
Mantan bintang FC Barcelona itu mengakui bahwa ia belum mengetahui bagaimana situasinya akan berkembang pada tahun depan. Baginya, segala kemungkinan masih terbuka, termasuk keputusan untuk gantung sepatu pada akhir 2026.
Neymar menegaskan bahwa kini ia lebih memilih menikmati setiap musim yang dijalani. Pendekatan tersebut diambil mengingat faktor usia serta kondisi fisik yang tidak selalu stabil dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyadari bahwa tubuhnya tidak lagi seprima satu dekade lalu, sehingga manajemen kebugaran menjadi prioritas utama.
Kontrak Neymar bersama Santos masih berlangsung hingga Desember 2026. Namun, ia memberi isyarat bahwa kontrak tersebut belum tentu menjamin kelanjutan kariernya setelah periode tersebut berakhir. Semua akan bergantung pada kondisi fisik, motivasi, serta situasi yang berkembang dalam dua musim ke depan.
Tahun 2026 Jadi Momen Krusial
Bagi Neymar, tahun 2026 bukan sekadar musim biasa. Periode tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026, turnamen akbar yang berpotensi menjadi ajang internasional terakhirnya bersama Timnas Brasil.
Ia menyebut 2026 sebagai tahun yang sangat penting, bukan hanya untuk dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi Santos dan tim nasional. Ambisi untuk tampil maksimal di Piala Dunia menjadi salah satu motivasi terbesarnya saat ini. Neymar ingin memastikan bahwa dirinya berada dalam kondisi terbaik agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi negaranya.
Sepanjang karier internasionalnya, Neymar telah membela Brasil dalam tiga edisi Piala Dunia. Pengalaman tersebut membuatnya memahami betul betapa berharganya kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia. Karena itu, 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir untuk meninggalkan jejak yang lebih dalam bersama Selecao.
Ia menegaskan keinginannya menjalani musim ini dengan komitmen penuh. Fokusnya adalah menjaga kebugaran, meningkatkan performa, dan memastikan siap ketika panggilan negara datang.
Tantangan Cedera yang Terus Menghantui
Beberapa musim terakhir menjadi periode yang cukup berat bagi Neymar. Cedera kerap mengganggu konsistensinya, baik di level klub maupun internasional. Salah satu masalah terbaru adalah gangguan pada lutut yang membuatnya harus menjalani prosedur operasi kecil pada Desember lalu.
Proses pemulihan tersebut memaksanya absen cukup lama dari lapangan hijau. Namun, ia akhirnya kembali merumput akhir pekan lalu saat Santos meraih kemenangan besar 6-0 atas Velo Clube di ajang Campeonato Paulista. Dalam laga tersebut, Neymar tampil sebagai pemain pengganti dan membantu timnya melaju ke babak perempat final.
Kembalinya ia ke lapangan menjadi sinyal positif, meskipun masih ada pertanyaan mengenai konsistensi kebugarannya hingga 2026. Dengan jadwal yang padat dan tuntutan performa tinggi, manajemen kondisi fisik akan menjadi faktor penentu apakah ia mampu bertahan hingga Piala Dunia mendatang.
Warisan Besar Bersama Brasil
Terlepas dari berbagai kendala fisik, kontribusi Neymar bagi sepak bola Brasil tidak bisa dipandang sebelah mata. Mantan penyerang Paris Saint-Germain itu tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Brasil.
Dengan torehan 79 gol dari 128 penampilan, ia melampaui banyak legenda sebelumnya dan mengukuhkan diri sebagai salah satu ikon sepak bola Negeri Samba dalam dua dekade terakhir. Statistik tersebut mencerminkan konsistensi dan peran sentralnya di lini depan Brasil selama bertahun-tahun.
Selain produktivitas gol, Neymar juga dikenal sebagai pemain yang mampu menghadirkan kreativitas, visi bermain, dan determinasi dalam pertandingan besar. Ia menjadi figur penting dalam regenerasi tim nasional sejak era pasca-Ronaldo dan Ronaldinho.
Kini, diskusi mengenai masa depannya bukan lagi soal kualitas teknik atau kontribusi di lapangan. Pertanyaan yang lebih relevan adalah seberapa lama ia mampu mempertahankan level kompetitif di tengah tantangan usia dan cedera.
Jika 2026 benar-benar menjadi akhir perjalanan profesionalnya, maka Neymar berpeluang menutup karier dengan satu misi terakhir: membawa Brasil berbicara banyak di Piala Dunia. Apakah ia akan benar-benar gantung sepatu setelah itu? Jawabannya masih menggantung, namun satu hal pasti—warisannya dalam sejarah sepak bola Brasil sudah terukir dengan tinta emas.












