SportsBook.co.id, Jakarta – Perjalanan musim 2025/26 menjadi fase yang tidak mudah bagi winger muda Nico Williams. Pemain andalan Athletic Bilbao itu justru mengalami penurunan performa setelah memutuskan bertahan di klub yang membesarkan namanya.
Sebelumnya, namanya sempat dikaitkan dengan sejumlah raksasa Premier League seperti Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Ketertarikan klub-klub elite Inggris itu muncul berkat performa impresifnya musim lalu. Namun, keputusan memperpanjang kontrak di Bilbao belum membuahkan hasil sesuai ekspektasi.
Statistik Tak Buruk, Namun Dampaknya Terasa Berkurang
Secara angka, kontribusi Nico sebenarnya masih terbilang lumayan. Dari 26 pertandingan yang telah dijalani musim ini, ia mencatatkan empat gol dan enam assist. Meski begitu, performa di atas kertas tidak sepenuhnya mencerminkan pengaruhnya di lapangan.
Permainannya dinilai kurang eksplosif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kecepatan dan kemampuan penetrasi yang biasanya menjadi senjata utama terlihat tidak seefektif dulu. Situasi ini turut berdampak pada posisi Athletic Bilbao yang masih berkutat di papan tengah La Liga.
Bagi pemain berusia 23 tahun tersebut, ekspektasi publik memang sangat tinggi. Setelah tampil gemilang dan menjadi incaran banyak klub besar, banyak yang berharap ia mampu membawa Bilbao bersaing di papan atas. Namun kenyataannya, perjalanan musim ini berjalan jauh dari kata ideal.
Cedera Pubalgia Jadi Biang Masalah
Penurunan performa Nico bukan tanpa alasan. Sejak September, ia harus berjuang melawan cedera pubalgia kronis. Masalah otot di area pangkal paha ini dikenal sulit ditangani dan bisa kambuh sewaktu-waktu.
Cedera tersebut sempat membuatnya menepi selama tiga pekan. Hingga kini, kondisi itu belum benar-benar pulih sepenuhnya. Cedera pubalgia memang memungkinkan pemain tetap tampil, tetapi sering kali disertai rasa tidak nyaman yang mengganggu performa maksimal.
Pada November lalu, Nico sendiri mengakui betapa beratnya situasi yang dihadapinya. Ia menyebut cedera tersebut membuatnya tidak bisa bermain sepenuhnya seperti biasanya. Menurutnya, pubalgia merupakan cedera yang sangat rumit dan hanya mereka yang pernah mengalaminya yang memahami betapa menyiksanya kondisi tersebut.
Ia juga sempat mengungkapkan adanya wacana operasi. Namun, keputusan itu tidak bisa diambil secara gegabah. Tim medis dan pemain harus mempertimbangkan segala risiko sebelum menentukan langkah selanjutnya. Nico menegaskan dirinya tetap bekerja keras demi bisa kembali ke kondisi terbaik.
Inaki Williams Buka Suara
Kondisi sang adik ternyata lebih berat dari yang terlihat di lapangan. Kakaknya, Inaki Williams, memberikan gambaran yang cukup mengkhawatirkan terkait situasi tersebut.
Menurut Inaki, Nico benar-benar kelelahan dan menghadapi rasa tidak nyaman hampir setiap waktu sejak September. Ia menjelaskan bahwa pubalgia memiliki karakter yang tidak menentu. Ada hari ketika kondisi terasa membaik, tetapi keesokan harinya rasa sakit bisa kembali muncul.
Inaki juga menyebut bahwa pekan sebelumnya Nico sempat merasa ada perkembangan positif. Ia mengaku mulai melihat titik terang dalam proses pemulihannya. Namun, tak lama kemudian kondisi itu kembali menurun, seolah mundur beberapa langkah dari kemajuan yang sempat dirasakan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa fluktuatifnya proses penyembuhan cedera yang dialami Nico. Hal ini tentu menjadi tantangan besar, baik secara fisik maupun mental.
Harapan pada Jadwal yang Lebih Longgar
Meski situasi belum sepenuhnya membaik, keluarga dan tim masih menyimpan optimisme. Inaki berharap jadwal pertandingan yang tidak terlalu padat dalam beberapa pekan ke depan bisa membantu proses pemulihan adiknya.
Dengan hanya bermain setiap akhir pekan, Nico memiliki waktu lebih banyak untuk menjalani terapi dan perawatan konservatif. Pengaturan beban kerja yang lebih terkontrol diharapkan dapat mempercepat pemulihan tanpa perlu mengambil langkah operasi dalam waktu dekat.
Strategi ini menjadi opsi paling realistis saat ini. Fokus utama bukan lagi mengejar statistik, melainkan memastikan sang pemain kembali ke kondisi fisik optimal secara bertahap.
Masa Depan Masih Terbuka Lebar
Terlepas dari situasi sulit yang tengah dihadapi, masa depan Nico Williams sebenarnya masih sangat panjang. Ia terikat kontrak hingga 2035 dengan klausul rilis mencapai 100 juta euro. Nilai tersebut menunjukkan betapa besar kepercayaan klub terhadap potensinya.
Namun sebelum memikirkan peluang transfer atau kembali menjadi incaran klub-klub besar Eropa, Nico harus terlebih dahulu menuntaskan persoalan fisiknya. Tanpa kebugaran penuh, sulit baginya untuk menampilkan performa terbaik yang pernah membuatnya menjadi salah satu winger muda paling menjanjikan di Spanyol.
Musim ini mungkin menjadi ujian terberat dalam kariernya sejauh ini. Jika mampu melewati fase sulit akibat cedera, bukan tidak mungkin ia akan bangkit lebih kuat dan kembali menjadi sosok krusial bagi Athletic Bilbao di kompetisi domestik maupun Eropa.












