Norris Tak Ikuti Tradisi Perayaan Juara F1 di Woking ala Hakkinen

Kesibukan persiapan musim baru membuat McLaren menunda perayaan gelar juara Norris di markas Woking.

SportsBook.co.id, Jakarta -Keberhasilan Lando Norris menjuarai Formula 1 menjadi momen bersejarah bagi McLaren. Prestasi tersebut menandai berakhirnya penantian panjang tim asal Woking, setelah terakhir kali gelar juara pembalap diraih Mika Hakkinen pada musim 1998.

Berbeda dengan Hakkinen yang kala itu merayakan gelar juaranya dengan mengendarai mobil F1 di jalanan Woking, Norris dipastikan tidak akan melakukan perayaan serupa. Padatnya agenda tim dalam menyongsong era regulasi baru disebut menjadi alasan utama tidak digelarnya selebrasi besar di markas McLaren.

Mengutip laporan BBC, pemimpin Dewan Kota Woking, Ann-Marie Barker, sempat menyampaikan keinginannya agar Norris dapat berbagi momen spesial tersebut bersama masyarakat setempat. Harapan itu ia sampaikan melalui surat kepada CEO McLaren Racing, Zak Brown.

Dalam suratnya, Barker menyebut bahwa pencapaian Norris merupakan sejarah besar yang layak dirayakan secara lokal. Ia juga menyinggung kesuksesan perayaan gelar Juara Konstruktor McLaren pada Februari lalu, yang dinilai mampu menghadirkan antusiasme tinggi serta keterlibatan kuat dari komunitas warga.

“Kami terbuka untuk mendukung rencana perayaan di masa mendatang agar masyarakat Woking dapat kembali merasakan kebanggaan atas kesuksesan McLaren,” tulis Barker.

Meski demikian, pihak McLaren akhirnya memastikan tidak akan ada acara perayaan di Woking dalam waktu dekat. Seorang juru bicara tim menjelaskan bahwa seluruh elemen tim saat ini tengah fokus penuh mempersiapkan musim berikutnya.

Pada musim 2025, McLaren tampil dominan dengan menyabet gelar juara pembalap sekaligus konstruktor. Norris harus melalui persaingan ketat sepanjang musim, terutama dengan rekan setimnya Oscar Piastri serta tekanan kuat dari Max Verstappen yang membela Red Bull.

Persaingan gelar juara baru ditentukan pada balapan terakhir di Abu Dhabi. Verstappen memang keluar sebagai pemenang lomba, disusul Piastri di posisi kedua. Namun, finis di peringkat ketiga sudah cukup bagi Norris untuk mengamankan gelar juara dunia, unggul tipis dua poin dari pembalap asal Belanda tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *