SportsBook.co.id, Medan – Pep Guardiola kembali menjadi sorotan media, tapi kali ini bukan soal strategi di lapangan atau rotasi pemain, melainkan terkait kebijakan transfer Manchester City dalam lima tahun terakhir.
Pelatih asal Spanyol itu menilai publik terlalu cepat menilai City sebagai klub yang boros, terutama setelah aktivitas mereka di bursa transfer Januari. Guardiola kemudian memilih untuk menekankan satu ukuran penting: pengeluaran bersih klub.
Menurutnya, jika dilihat secara objektif, Manchester City bukanlah tim yang paling banyak membelanjakan dana untuk pemain di Premier League dalam kurun waktu tersebut. Pernyataan ini disampaikan dengan tegas, sekaligus menyinggung kritik yang kerap diarahkan ke klubnya.
Namun, apakah klaim Guardiola benar-benar mencerminkan kondisi nyata? Data pengeluaran transfer justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.
Klaim Guardiola vs Data Pengeluaran Bersih
Manajer City mengaku “agak kesal” saat pertanyaan tentang aktivitas transfer klub muncul pada Januari lalu. Ia menilai perhatian publik terlalu fokus pada jumlah pengeluaran tanpa mempertimbangkan konteks keseluruhan.
Daripada menyoroti total belanja City di bursa musim dingin, Guardiola lebih menekankan pengeluaran bersih.
“Jika dihitung pengeluaran bersih selama lima tahun terakhir, kami berada di posisi ketujuh. Itu adalah fakta,” kata Guardiola, dikutip BBC Sport.
Pernyataan ini tampaknya juga menjadi sindiran bagi rival-rival yang menurutnya mengeluarkan dana lebih besar hanya untuk mengejar prestasi City.
Sementara itu, data dari Footballtransfers.com menempatkan City di posisi keenam dengan pengeluaran bersih sebesar £324,7 juta. Meski selisihnya kecil, klaim Guardiola pada dasarnya mendekati kenyataan.
Boros atau Efisien? Gambaran Keuangan Manchester City
Jika dilihat dari sisi pengeluaran bersih, City memang tidak menempati peringkat teratas. Chelsea, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham berada di atas mereka.
Namun, sisi lain menunjukkan bahwa City merupakan klub dengan total belanja pemain terbesar kedua dalam lima tahun terakhir, yakni £962,3 juta, hanya kalah dari Chelsea yang mencapai £1,57 miliar.
Perbedaan utama City terletak pada kemampuan mereka menjual pemain. Dalam periode yang sama, klub ini menghasilkan £637,6 juta dari penjualan pemain, menjadikannya posisi kedua tertinggi di liga.
Keberhasilan ini tidak lepas dari manajemen aset pemain dan pengembangan akademi. Contohnya termasuk penjualan Cole Palmer ke Chelsea, James McAtee ke Nottingham Forest, dan Taylor Harwood-Bellis ke Southampton, yang semuanya mengubah pemain dengan menit bermain minim menjadi keuntungan finansial yang signifikan.
Net Transfer Klub Premier League (5 Tahun Terakhir)
- Chelsea – £705,9 juta
- Manchester United – £674,3 juta
- Arsenal – £610,1 juta
- Tottenham Hotspur – £544,8 juta
- Newcastle United – £425,0 juta
- Manchester City – £324,7 juta
- Nottingham Forest – £323,0 juta
- Liverpool – £295,5 juta












