Pernah Dihantam Kritik Pedas Amorim, Patrick Dorgu Bangkit dan Bungkam Keraguan di Manchester United

Dari Kritik Terbuka hingga Kebangkitan Sang Bek Muda Manchester United

SportsBook.co.id, Medan – Patrick Dorgu pernah merasakan fase paling berat dalam perjalanan kariernya bersama Manchester United. Sebuah komentar keras dari pelatih saat itu, Ruben Amorim, membuat namanya disorot tajam dan menempatkannya dalam tekanan psikologis yang besar.

Insiden tersebut terjadi pada November lalu, ketika Amorim melontarkan penilaian terbuka soal performa Dorgu dalam sesi konferensi pers. Ucapan itu dengan cepat menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan publik, meninggalkan dampak mendalam bagi bek muda asal Denmark tersebut.

Bagi banyak pemain muda, kritik yang disampaikan secara terang-terangan bisa menjadi pukulan serius. Namun, Dorgu memilih merespons dengan cara berbeda. Ia tidak larut dalam kekecewaan, melainkan menjadikan momen itu sebagai motivasi untuk menunjukkan kualitas sebenarnya.

Beberapa bulan berlalu, kerja keras Dorgu mulai terlihat hasilnya. Penampilan yang stabil, kontribusi nyata berupa gol dan assist, serta sikap profesional membuat posisinya di Old Trafford perlahan kembali menguat.

Dalam pernyataan yang kini dikenal luas itu, Amorim sempat menyebut para pemain Manchester United tampil terlalu rapuh. Nama Dorgu kemudian disebut secara spesifik.

“Setiap kali Patrick menguasai bola, Anda bisa merasakan kegugupannya. Perasaan itu sangat jelas,” ujar Amorim kala itu.

Komentar tersebut langsung menjadi sorotan media dan viral di berbagai platform. Bahkan, setelah Amorim diberhentikan dari jabatannya pada awal bulan ini, pernyataan itu disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membuat manajemen klub tidak nyaman dengan pendekatan komunikasinya.

Meski begitu, Dorgu menunjukkan kedewasaan sikap. Ia termasuk pemain yang tetap menyampaikan pesan perpisahan bernada positif kepada sang pelatih.

“Terima kasih atas semuanya, Mister. Semoga sukses ke depannya,” tulis Dorgu melalui Instagram Story.

Profesionalisme Dorgu sebenarnya sudah terlihat sejak musim sebelumnya. Dalam laga Liga Europa melawan Real Sociedad, ia sempat menghampiri wasit untuk menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa dilanggar meski United mendapat penalti.

Sikap serupa juga terlihat saat United bermain imbang 2-2 melawan Burnley di Turf Moor. Setelah mendapat injakan dari Kyle Walker, Dorgu memilih bangkit dan melanjutkan permainan tanpa mencoba mencari keuntungan kartu merah bagi lawan.

Mentalitas inilah yang menjadi kunci kebangkitannya pasca-kritik Amorim. Sumber internal klub menyebut Dorgu sebagai sosok yang sangat berdedikasi dalam latihan.

“Ia sering menambah porsi latihan dan bekerja dengan sangat serius,” ungkap sumber tersebut.

Fokus utama Dorgu adalah meningkatkan kualitas umpan silang, dengan menjalani sesi latihan teknik ekstra di Carrington.

Pihak klub menilai usaha itu mulai terbayar. Dalam enam pertandingan terakhir, Dorgu mencatatkan dua gol dan dua assist—periode paling produktif sejak ia didatangkan dari Lecce.

Ia menciptakan assist cerdas untuk Matheus Cunha di Villa Park, lalu mencetak gol voli spektakuler dalam kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle pada Boxing Day.

Usai laga tersebut, Dorgu akhirnya memberikan respons terbuka terkait kritik yang pernah diterimanya.

“Mendapat kritik memang tidak pernah menyenangkan, tetapi sebagai pemain Anda harus siap menghadapinya,” ujarnya.

“Anda harus merespons dengan cara yang benar, dan saya merasa telah melakukannya dalam beberapa pertandingan terakhir.”

Ia juga mengakui kritik tersebut membuatnya melakukan refleksi diri.

“Pelatih berbicara soal kepercayaan diri saya. Saya mencoba memahami maksudnya, melihat ke dalam diri sendiri, lalu membangun kembali kepercayaan itu. Rekan setim sangat membantu proses tersebut.”

Bruno Fernandes dan sejumlah pemain senior United diketahui memberikan dukungan langsung kepada Dorgu setelah komentar Amorim mencuat. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan Ayden Heaven, Leny Yoro, dan Kobbie Mainoo di ruang ganti.

Dorgu sebelumnya sangat dekat dengan Rasmus Hojlund sebelum sang striker hengkang ke Napoli. Mengenai kepergian tersebut, Dorgu menanggapinya dengan realistis.

“Itu bagian dari sepak bola. Tidak ada yang benar-benar aman di sini,” katanya.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Dorgu tampil solid sebagai pemain sayap. Ia bahkan mengakui merasa lebih nyaman bermain di sisi kanan lapangan.

Manchester United memang merekrut Dorgu sebagai proyek jangka panjang. Klub mengucurkan dana sekitar £25 juta ditambah bonus untuk pemain serbabisa yang dinilai bisa berkembang sesuai kebutuhan tim.

Golnya ke gawang Manchester City menjadi simbol kedewasaan tersebut. Dipercaya tampil sejak menit awal oleh Michael Carrick dalam skema tanpa penyerang murni, Dorgu membayar kepercayaan itu dengan gol krusial.

“Saya yakin rekan setim akan mengirimkan bola yang tepat. Saya hanya mencoba menyambutnya sebaik mungkin,” ucapnya merendah.

Kini, setelah melewati masa sulit dan tekanan besar, Patrick Dorgu tampil jauh lebih tenang. Rasa gugup yang dulu disorot Amorim perlahan memudar, digantikan keyakinan bahwa dirinya memang layak berada di level tertinggi bersama Manchester United.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *