Pertanyaan Besar di Balik Sikap Ruben Amorim terhadap Pemain Muda Manchester United, Percaya atau Ragu?

Imbang Kontra Wolves, Kebijakan Amorim terhadap Pemain Muda Dipertanyakan Publik

Pertanyaan Besar di Balik Sikap Ruben Amorim terhadap Pemain Muda Manchester United, Percaya atau Ragu?
Pertanyaan Besar di Balik Sikap Ruben Amorim terhadap Pemain Muda Manchester United, Percaya atau Ragu?

Bola.net Ruben Amorim menjadi pusat perhatian setelah Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers. Bukan sekadar hasil akhir, sejumlah keputusan sang pelatih justru memicu tanda tanya besar di kalangan publik.

Manchester United gagal memanfaatkan laga kandang melawan Wolves, tim yang sebelumnya tak pernah menang dalam 12 pertandingan Premier League. Hasil di Old Trafford tersebut memantik diskusi luas, terutama terkait arah kebijakan Amorim.

Sorotan utama tertuju pada keputusan menarik Joshua Zirkzee lebih awal serta minimnya kesempatan bermain bagi pemain muda. Situasi ini membuat sebagian suporter mulai mempertanyakan sejauh mana Amorim benar-benar mempercayai talenta akademi Setan Merah.

Apakah pelatih asal Portugal itu siap memberi ruang bagi pemain muda di momen penting, atau justru masih ragu mengambil risiko?

Pergantian Zirkzee dan Pertimbangan Taktis Amorim

Ruben Amorim menjelaskan bahwa penarikan Joshua Zirkzee pada babak pertama dilakukan demi alasan taktis. Meski sempat mencetak gol melalui situasi defleksi, United dinilai kesulitan menguasai lini tengah.

Wolves tampil disiplin dan lebih rapi sebelum turun minum. Amorim menilai perubahan diperlukan agar timnya lebih seimbang dan mampu mengontrol permainan.

Zirkzee kemudian digantikan oleh pemain muda Jack Fletcher. Amorim menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan kebutuhan pertandingan dan dinilai memberi dampak positif pada struktur permainan United di babak kedua.

“Kami harus melakukan apa yang dituntut oleh pertandingan. Mereka menumpuk banyak pemain di tengah dan kehadiran Jack membantu kami menyeimbangkan permainan,” ujar Amorim, dikutip dari MEN Sport.

Minimnya Kesempatan Pemain Muda dan Realita Tim

Meski memberi kesempatan kepada Jack Fletcher, Amorim tetap berhati-hati dalam menurunkan pemain muda lainnya. Pada laga tersebut, ia hanya memainkan debutan Bendito Mantato serta bek muda Leny Yoro setelah jeda.

Nama-nama potensial seperti Shea Lacey dan Chido Obi tetap berada di bangku cadangan, meski Manchester United membutuhkan tambahan gol untuk mengamankan kemenangan.

Amorim menilai kondisi tim belum ideal untuk memberi menit bermain lebih luas kepada para pemain muda. Absennya delapan pemain utama serta belum solidnya fondasi permainan menjadi pertimbangan utama.

“Situasinya berbeda ketika ada banyak pemain baru di posisi yang tidak biasa. Jika Anda memasukkan pemain muda dalam kondisi seperti ini, itu akan sangat sulit bagi mereka,” jelas Amorim.

Ia menambahkan bahwa kesempatan bagi pemain muda akan lebih mudah diberikan ketika tim berada dalam kondisi stabil. “Ketika fondasi tim kuat dan semuanya berjalan baik, barulah Anda bisa memberi menit bermain kepada pemain muda dengan lebih percaya diri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *