PSBS Biak Tersungkur di Tangan PSM Makassar, Kahudi Sebut Pemain Terlalu Banyak Berpikir

PSBS Biak Gagal Maksimalkan Kesempatan, PSM Makassar Raih Kemenangan Tipis

PSBS Biak Tersungkur di Tangan PSM Makassar, Kahudi Sebut Pemain Terlalu Banyak Berpikir
PSBS Biak Tersungkur di Tangan PSM Makassar, Kahudi Sebut Pemain Terlalu Banyak Berpikir

SportsBook.co.id, JakartaPSBS Biak kembali merasakan hasil buruk di BRI Super League 2025/2026 setelah dikalahkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-2 pada pekan ke-20. Laga ini berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (8/2/2026) sore WIB, dan meninggalkan banyak catatan penting bagi tim tuan rumah.

Gol PSBS dicetak oleh Ruyery Blanco pada menit ke-80, sementara PSM Makassar berhasil unggul lebih dulu melalui aksi Rizky Eka Pratama (43’) dan Gledson Paixao Da Silva (54’). Kemenangan ini membuat posisi PSBS tetap di papan bawah klasemen sementara, tepatnya di peringkat ke-15 dengan 17 poin.

Babak Pertama yang Mengecewakan

Caretaker pelatih PSBS, Kahudi Wahyu Widodo, menyayangkan performa timnya pada babak pertama. Menurutnya, strategi yang telah disiapkan tidak berjalan optimal karena pemain terlalu banyak berpikir sehingga gerakan di lapangan kurang bertenaga.

“Hasil ini tentu tidak kami inginkan. Sangat mengecewakan karena seharusnya kami bisa meraih poin penuh,” ujar Kahudi setelah laga.

Kahudi menambahkan, kesalahan tim banyak terjadi akibat overthinking. Pemain terlihat lemas dan tidak maksimal dalam eksekusi rencana permainan. “Secara taktikal, babak pertama jauh dari harapan. Ada beberapa kesalahan yang muncul karena anak-anak terlalu memikirkan situasi di lapangan,” ungkapnya.

Perubahan Strategi di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, pelatih berusia 47 tahun itu mencoba pendekatan yang berbeda. PSBS yang dikenal sebagai Badai Pasifik tidak lagi menerapkan strategi high press, melainkan menunggu lawan di tengah lapangan untuk memanfaatkan serangan balik.

“Pada awal babak kedua, saya mengubah strategi dengan tidak melakukan high press dan menunggu lawan di tengah. Hasilnya cukup baik, kami beberapa kali menembus pertahanan PSM melalui counter-attack, tapi belum membuahkan gol,” jelas Kahudi.

Menjelang akhir pertandingan, Kahudi kembali menyesuaikan sistem formasi dari tiga bek menjadi empat bek dan menginstruksikan pemain melakukan banyak early cross. Meskipun strategi ini berhasil menciptakan peluang, penyelesaian akhir masih kurang maksimal.

“Saya pikir kami juga kurang beruntung hari ini. Saya tetap mengapresiasi usaha anak-anak dan berharap mereka segera melupakan hasil ini dan kembali fokus berlatih lebih keras,” imbuhnya.

Pemain Akui Kekalahan Terasa Menyakitkan

Gelandang PSBS, Yano Putra, mengakui kekalahan ini sangat menyakitkan karena terjadi di kandang sendiri. Menurutnya, timnya melakukan banyak kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.

“Pertandingan ini sangat merugikan kami karena bermain di kandang sendiri dan membutuhkan tiga poin. Tapi begitulah sepak bola, ada menang, kalah, dan seri. Hari ini kami kalah karena kesalahan sendiri,” kata Yano.

Ia menambahkan bahwa peluang tercipta, terutama di babak pertama, namun tim gagal memanfaatkannya. Kebobolan lebih dulu di awal babak kedua membuat mereka semakin sulit mengejar ketertinggalan. “Setelah kebobolan lagi, intensitas permainan kami baru meningkat dan berhasil mencetak satu gol. Ini menjadi pelajaran penting agar kami lebih baik ke depannya,” tutur Yano.

Dampak Kekalahan untuk Klasemen

Hasil minor ini membuat PSBS tetap tertahan di papan bawah klasemen sementara BRI Super League. Dengan 17 poin, mereka berada di posisi ke-15 dan harus berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.

Kekalahan dari PSM juga menjadi catatan penting bagi tim untuk evaluasi strategi dan mental pemain. Pelatih Kahudi menekankan pentingnya konsistensi dan mengurangi overthinking agar tim dapat tampil lebih percaya diri di laga berikutnya.

“Kami harus segera bangkit. Kesalahan yang sama tidak boleh terulang. Mental dan fokus pemain menjadi kunci agar kami bisa memperbaiki posisi klasemen,” tegas Kahudi.

Fokus ke Laga Berikutnya

PSBS Biak kini harus menyiapkan diri menghadapi laga-laga berikutnya dengan strategi yang lebih matang. Pelatih berharap para pemain dapat belajar dari kesalahan hari ini dan menampilkan permainan lebih solid.

“Kami akan bekerja keras di sesi latihan mendatang. Intinya adalah membenahi mental dan eksekusi di lapangan. Semoga anak-anak lebih percaya diri dan hasil yang diharapkan bisa tercapai,” pungkas Kahudi.

Bagi PSBS, setiap pertandingan ke depan menjadi kesempatan untuk membalikkan keadaan dan meraih poin penting demi keluar dari papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026.

Kata kunci: PSBS Biak, PSM Makassar, BRI Super League 2025/2026, Kahudi Wahyu Widodo, Ruyery Blanco, Yano Putra, klasemen sementara, strategi pertandingan, kekalahan kandang, overthinking pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *