SportsBook.co.id, Jakarta – Kekalahan menyakitkan harus diterima Barcelona setelah takluk 1-2 dari Girona dalam lanjutan La Liga yang digelar di Stadion Montilivi, Senin malam. Hasil tersebut membuat persaingan papan atas kembali memanas dan membuka jalan bagi Real Madrid untuk menutup pekan sebagai pemuncak klasemen sementara.
Laga itu sendiri diwarnai kontroversi, terutama pada proses terciptanya gol penentu kemenangan tuan rumah di menit-menit akhir pertandingan. Banyak pihak menilai ada pelanggaran terhadap Jules Kounde sebelum bola bersarang ke gawang Barcelona. Namun, keputusan wasit tetap bergulir tanpa perubahan berarti, memicu perdebatan di kalangan suporter maupun pengamat sepak bola Spanyol.
Flick Enggan Larut dalam Polemik
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memilih untuk tidak terlalu larut dalam kontroversi tersebut. Ia menilai kekalahan timnya bukan semata-mata akibat keputusan wasit, melainkan karena performa yang belum maksimal sepanjang pertandingan.
Menurut Flick, timnya tampil di bawah standar dan memberikan terlalu banyak ruang kepada Girona untuk mengembangkan permainan. Serangan demi serangan yang dilepaskan tuan rumah menunjukkan rapuhnya koordinasi lini belakang Blaugrana.
Dalam laga tersebut, kiper Joan Garcia justru menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol bagi Barcelona. Sejumlah penyelamatan krusial dilakukannya untuk mencegah kekalahan dengan margin yang lebih besar. Fakta bahwa sang penjaga gawang menjadi sosok paling sibuk di lapangan memperlihatkan betapa lini pertahanan Barcelona masih jauh dari kata solid.
Masalah Konsistensi di Lini Belakang
Musim ini, sektor pertahanan memang menjadi pekerjaan rumah utama bagi Flick. Dari total 38 pertandingan yang telah dijalani, ia tercatat sudah mencoba 16 kombinasi berbeda di barisan belakang. Pergantian komposisi yang terlalu sering membuat chemistry antar pemain sulit terbentuk secara stabil.
Rotasi yang dilakukan sebenarnya bertujuan mencari formula terbaik. Namun, hingga kini belum ada susunan ideal yang benar-benar konsisten menjaga keseimbangan antara bertahan dan membangun serangan. Situasi tersebut berdampak langsung pada inkonsistensi performa tim dalam beberapa laga penting.
Girona mampu memanfaatkan celah tersebut dengan baik. Tekanan tinggi dan transisi cepat mereka beberapa kali membuat lini belakang Barcelona kewalahan. Gol penentu di penghujung laga menjadi simbol dari lemahnya konsentrasi yang masih menghantui skuad asuhan Flick.
Raphinha Angkat Suara di Media Sosial
Sehari setelah pertandingan, winger asal Brasil, Raphinha, menyampaikan pandangannya melalui media sosial. Ia mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, ia juga menyinggung soal ketidakseragaman penerapan aturan yang dirasakannya merugikan tim.
Dalam unggahannya, Raphinha menyiratkan bahwa Barcelona kerap menghadapi situasi yang menurutnya tidak seimbang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim akan tetap berjuang keras demi meraih kemenangan, apa pun tantangan yang menghadang.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan publik. Banyak pendukung Barcelona merasa terwakili oleh ungkapan tersebut, sementara sebagian lainnya menilai fokus utama seharusnya tetap pada perbaikan performa tim di atas lapangan.
Protes Resmi kepada Federasi
Tak lama setelah kekalahan dari Girona, Barcelona juga melayangkan keluhan resmi kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Protes itu berkaitan dengan keputusan wasit yang dianggap kurang konsisten, terutama dalam penggunaan teknologi VAR.
Sebelumnya, dalam laga semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, Barcelona juga sempat mengalami situasi serupa. Saat itu, gol Pau Cubarsi dianulir setelah peninjauan VAR yang berlangsung cukup lama, mencapai sekitar delapan menit. Meski keputusan akhir dinilai tepat, lamanya proses pengecekan disebut memengaruhi ritme dan momentum permainan tim.
Barcelona menilai bahwa konsistensi dan transparansi dalam penerapan aturan sangat penting demi menjaga integritas kompetisi. Ketidakjelasan dalam pengambilan keputusan dikhawatirkan bisa berdampak pada psikologis pemain serta hasil pertandingan.
Persaingan Kian Memanas
Kekalahan dari Girona bukan hanya soal kehilangan tiga poin. Hasil tersebut turut menggeser posisi Barcelona dalam perburuan gelar. Dengan Real Madrid memanfaatkan situasi untuk naik ke puncak klasemen, tekanan terhadap skuad asuhan Flick pun semakin besar.
Musim masih panjang, tetapi margin kesalahan semakin tipis. Setiap laga kini terasa krusial, terutama ketika bersaing ketat dengan rival abadi di papan atas. Barcelona dituntut untuk segera menemukan stabilitas permainan, khususnya di sektor pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah.
Di tengah berbagai kontroversi dan kritik, mentalitas tim akan benar-benar diuji. Apakah mereka mampu bangkit dan menjawab keraguan dengan performa solid di lapangan, atau justru kembali terjebak dalam inkonsistensi?
Satu hal yang pasti, pesan dari Raphinha mencerminkan semangat juang yang masih menyala di ruang ganti Barcelona. Kini, tugas berikutnya adalah membuktikan optimisme tersebut lewat hasil nyata di pertandingan-pertandingan selanjutnya.












