Rapor Pemain Barcelona vs Real Madrid: Raphinha Bersinar Terang, Blaugrana Ukir Sejarah di Supercopa de Espana

Raphinha Jadi Pembeda di Final El Clasico, Barcelona Amankan Gelar ke-16 Supercopa de Espana

Rapor Pemain Barcelona vs Real Madrid: Raphinha Bersinar Terang, Blaugrana Ukir Sejarah di Supercopa de Espana
Rapor Pemain Barcelona vs Real Madrid: Raphinha Bersinar Terang, Blaugrana Ukir Sejarah di Supercopa de Espana

SportsBook.co.id, JakartaBarcelona kembali menegaskan statusnya sebagai raja Supercopa de Espana usai menaklukkan rival bebuyutan Real Madrid dengan skor tipis 3-2 pada partai final yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Minggu malam waktu setempat. Kemenangan ini bukan sekadar soal trofi, tetapi juga menjadi simbol dominasi Blaugrana dalam duel El Clasico terbaru.

Pertandingan berjalan sesuai ekspektasi publik sepak bola dunia. Intensitas tinggi, tempo cepat, duel keras, serta drama hingga menit akhir mewarnai laga final ini. Meski Real Madrid sempat bangkit dan dua kali menyamakan kedudukan, Barcelona menunjukkan ketenangan dan ketajaman di momen-momen krusial.

Raphinha tampil sebagai bintang utama dengan mencetak dua gol penting yang memastikan trofi Supercopa kembali ke lemari prestasi Camp Nou. Sementara satu gol lain Barcelona lahir dari kaki dingin Robert Lewandowski. Di balik kemenangan tersebut, kontribusi pemain muda seperti Lamine Yamal serta kreativitas Pedri di lini tengah juga tak kalah menentukan.

Gelar ini menjadi Supercopa de Espana ke-16 bagi Barcelona, sekaligus memperpanjang rekor mereka sebagai klub tersukses di ajang ini. Lebih dari itu, kemenangan atas Real Madrid semakin mempertegas keunggulan Blaugrana dalam beberapa pertemuan terakhir El Clasico.

Di sisi lain, Real Madrid sebenarnya sempat memberi perlawanan sengit. Vinicius Junior tampil menonjol dengan aksi individunya yang merepotkan lini belakang Barcelona dan menghasilkan gol penyama. Namun, rapuhnya koordinasi pertahanan Madrid di momen penting kembali menjadi celah yang dimanfaatkan lawan.

Barcelona bahkan harus menghadapi tekanan ekstra setelah Frenkie de Jong menerima kartu merah di babak kedua. Meski bermain dengan sepuluh pemain, pasukan Blaugrana tetap solid hingga peluit panjang dibunyikan. Berikut rapor lengkap penampilan para pemain Barcelona dalam laga final Supercopa de Espana.

Kiper dan Lini Pertahanan

Joan Garcia (7/10)
Meski kebobolan dua gol, kiper Barcelona ini tampil cukup impresif. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial, terutama di babak kedua, yang menjaga Barcelona tetap unggul saat tekanan Madrid meningkat.

Jules Kounde (5/10)
Menjalani laga yang sulit. Kounde beberapa kali kalah duel melawan Vinicius Junior dan menjadi sasaran utama serangan Madrid. Meski sempat membantu serangan dan nyaris mencatat assist, performanya secara keseluruhan masih di bawah ekspektasi.

Pau Cubarsi (6/10)
Bek muda Barcelona ini menunjukkan keberanian, namun jelas merasakan tekanan besar di laga sekelas final El Clasico. Ia masih cukup disiplin, meski beberapa kali kewalahan saat menghadapi duel satu lawan satu.

Eric Garcia (6/10)
Bermain cukup rapi dan tenang. Meski diganjar kartu kuning, ia mencatat satu sapuan penting yang menggagalkan peluang emas Jude Bellingham, menjadikannya kontribusi vital di lini belakang.

Alejandro Balde (5/10)
Tak terlalu sibuk di sektor kiri karena Madrid lebih sering menyerang dari sisi sebaliknya. Dukungan ofensifnya juga minim dan kurang memberikan ancaman berarti.

Lini Tengah

Pedri (8/10)
Menjadi motor permainan Barcelona. Pedri tampil dewasa dan penuh kontrol, seolah ingin menebus kesalahan di El Clasico sebelumnya. Assist matang untuk gol Lewandowski menjadi bukti kecerdasannya dalam membaca permainan.

Frenkie de Jong (4/10)
Penampilan yang kurang maksimal. De Jong kesulitan menguasai lini tengah dan kalah dalam banyak duel. Kartu merah akibat tekel keras pada Kylian Mbappe hampir saja menjadi titik balik yang merugikan Barcelona.

Fermin Lopez (7/10)
Menunjukkan visi dan keberanian. Assist-nya untuk gol pembuka Raphinha menjadi bukti kontribusi nyata di laga besar, sekaligus memperlihatkan perkembangan positifnya musim ini.

Lini Serang

Lamine Yamal (8/10)
Ancaman konstan bagi pertahanan Madrid. Kecepatan, dribel, dan pergerakannya tanpa bola kerap membuka ruang. Meski tak mencetak gol, perannya sangat vital dalam membongkar lini belakang lawan.

Raphinha (9/10)
Layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Dua golnya lahir dari determinasi, keberanian, dan naluri mencetak gol yang tinggi. Raphinha menjadi pembeda sekaligus pahlawan Barcelona di final ini.

Robert Lewandowski (7/10)
Membuktikan kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia. Golnya lahir dari penyelesaian klinis, menunjukkan bahwa pengalaman dan ketenangan Lewandowski tetap menjadi senjata utama Barcelona di laga final.

Pemain Pengganti

Dani Olmo (6/10)
Masuk di pertengahan babak kedua dan mencoba menghidupkan kreativitas. Meski aktif bergerak, kontribusinya di sepertiga akhir belum terlalu signifikan.

Ferran Torres (6/10)
Menunjukkan etos kerja tinggi, namun kesulitan menemukan ruang dan peluang bersih untuk mencetak gol.

Marcus Rashford
Masuk di menit-menit akhir dan hampir mencatatkan namanya di papan skor. Meski gagal, ia tetap merasakan manisnya gelar perdana bersama Barcelona.

Gerard Martin
Dipasang untuk menambah energi di lini pertahanan jelang akhir laga.

Ronald Araujo
Masuk sebagai tambahan bek setelah Barcelona bermain dengan sepuluh pemain. Perannya krusial dalam menjaga stabilitas pertahanan hingga laga usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *