SportsBook.co.id, Jakarta – Berita Liga Belanda: Penyerang FC Twente, Ricky van Wolfswinkel, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai timnya gagal membawa pulang tiga poin dari markas NAC Breda pada lanjutan Eredivisie.
FC Twente harus puas berbagi angka saat bertandang ke Rat Verlegh Stadion pada pekan ke-21 Eredivisie musim ini, Sabtu (31/1) dini hari WIB. Meski sempat memegang kendali penuh pertandingan, The Tukkers hanya mampu menutup laga dengan skor imbang 2-2.
Pada pertandingan tersebut, Twente tampil meyakinkan sejak babak pertama. Mats Rots membuka keunggulan di menit ke-41, sebelum Ricky van Wolfswinkel menggandakan skor sepuluh menit setelah jeda. Keunggulan dua gol itu sempat memberi harapan besar bagi tim tamu untuk mengamankan kemenangan.
Namun, NAC Breda menunjukkan daya juang tinggi. Tuan rumah berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Charles-Andreas Brym pada menit ke-61, lalu menyamakan kedudukan menjelang akhir laga melalui Moussa Soumano di menit ke-87.
Van Wolfswinkel menilai hasil ini sangat mengecewakan karena Twente sebenarnya tampil lebih dominan dan menciptakan banyak peluang. Menurutnya, keunggulan dua gol seharusnya bisa dikelola dengan lebih baik hingga peluit akhir dibunyikan.
“Kami memulai pertandingan dengan baik dan unggul 0-2. NAC bermain dengan gaya yang mereka butuhkan, dan pada akhirnya itu berhasil untuk mereka. Kami seharusnya bisa menyesuaikan diri, lebih agresif dalam duel, dan bekerja lebih keras,” ujar Van Wolfswinkel, dikutip dari laman resmi klub.
Ia juga menyoroti momen-momen krusial yang gagal dimaksimalkan oleh Twente. “Saat skor menjadi 1-2, kami sebenarnya punya kesempatan untuk mengunci pertandingan. Ada peluang untuk membuat skor 1-3, tetapi kami tidak memanfaatkannya. NAC adalah tim yang bisa langsung hidup hanya dari sedikit momentum dan dukungan suporter.”
Lebih lanjut, striker berpengalaman itu menegaskan bahwa hasil imbang ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab timnya sendiri. “Kami harus menyalahkan diri kami sendiri. Kami menguasai permainan dan tampil lebih baik, tetapi dalam situasi seperti ini, kami seharusnya mencetak lebih banyak gol. Kehilangan kendali di momen-momen akhir membuat semuanya lepas begitu saja.”












