SportsBook.co.id, Pekalongan – Perjalanan Xabi Alonso bersama Real Madrid berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Pelatih berusia 44 tahun itu resmi meninggalkan Los Blancos hanya tujuh bulan setelah ditunjuk, meninggalkan pengalaman yang pahit namun penuh pelajaran.
Kedatangannya ke Santiago Bernabeu sempat disambut penuh harapan. Alonso dianggap kandidat ideal untuk memimpin regenerasi Madrid berkat prestasinya yang menonjol saat menangani klub di Jerman.
Namun, situasi di ruang ganti ternyata jauh lebih kompleks. Alonso disebut menghadapi ketegangan dengan beberapa pemain kunci, yang membuat posisinya menjadi semakin rentan hingga akhirnya harus meninggalkan klub.
Kini, mantan gelandang elegan itu kembali berstatus tanpa klub. Di tengah waktu senggangnya, karier Alonso mulai diarahkan ke babak baru yang menjanjikan tantangan berbeda.
Premier League Jadi Pilihan Berikutnya
Meski sebelumnya sempat menyatakan tidak ingin terburu-buru, ambisi Alonso untuk kembali ke kursi pelatih tetap tinggi. Ia dikabarkan siap menerima berbagai tawaran di luar Spanyol.
Laporan The Times menyebut, Alonso memiliki minat besar untuk mencoba peruntungan di Premier League. Pengalaman lima musim sebagai pemain Liverpool meninggalkan ikatan emosional yang kuat dengan sepak bola Inggris.
Gaya permainan Premier League yang cepat dan intens dinilai selaras dengan filosofi Alonso. Selain itu, kompetisi ini menawarkan tekanan tinggi sekaligus sorotan global, dua hal yang menarik bagi pelatih yang sedang membangun kembali reputasinya.
Sumber yang sama menyebut bahwa Alonso akan menggunakan waktu istirahatnya hingga Juni untuk mempertimbangkan berbagai tawaran, menunjukkan kesiapan untuk segera kembali ke dunia kepelatihan, terutama jika proyek menarik dari Inggris muncul.
Nama Alonso Dikaitkan dengan Tottenham
Belakangan, nama Xabi Alonso mulai muncul di lingkaran Tottenham Hotspur. Klub asal London Utara ini tengah menghadapi tekanan besar akibat performa buruk di Premier League.
Tottenham saat ini berada di posisi ke-14 klasemen sementara, dengan hanya tiga kemenangan dari 15 pertandingan terakhir, membuat kesabaran suporter mulai menipis.
Meski manajemen masih memberi waktu kepada pelatih Thomas Frank, tekanan terus meningkat. Kekalahan 2-1 dari West Ham bahkan memicu sorakan dan seruan pemecatan dari tribun pendukung.
Di tengah situasi ini, Alonso dianggap sebagai opsi potensial untuk memberikan solusi jangka menengah bagi klub, meski manajemen masih mempertimbangkan semua alternatif yang ada.












