Sindiran Halus Alonso, Formula E Menjawab Komentar Verstappen

Perbandingan regulasi baru Formula 1 dengan Formula E memicu diskusi teknis dan respons santai dari Fernando Alonso serta Max Verstappen di Bahrain.

Sportsbook.co.id, Jakarta -Dunia balap kembali diramaikan oleh komentar ringan namun penuh makna dari Fernando Alonso, yang memicu diskusi lanjutan seputar arah teknologi di ajang balap roda terbuka. Candaan tersebut kemudian bersinggungan dengan pernyataan Max Verstappen saat berada di Bahrain, ketika ia membandingkan regulasi baru Formula 1 dengan konsep balap listrik yang telah lama diterapkan di Formula E.

Komentar Verstappen muncul seiring diperkenalkannya regulasi unit daya F1 generasi terbaru yang mengandalkan komposisi tenaga 50 persen listrik dan 50 persen mesin pembakaran internal. Skema ini dinilai membuat manajemen energi menjadi faktor krusial, sebuah karakteristik yang selama ini identik dengan Formula E.

Menanggapi hal tersebut, CEO Formula E Jeff Dodds menilai perbandingan itu sebagai hal wajar. Menurutnya, evolusi teknologi di F1 menunjukkan bahwa konsep efisiensi energi dan keberlanjutan kini menjadi perhatian utama di seluruh level motorsport, bukan hanya balap mobil listrik.


McLaren Dorong Dialog Keselamatan antara F1 dan FIA

Di sisi lain, isu keselamatan juga menjadi topik penting selama uji coba pramusim. Kepala tim McLaren, Andrea Stella, menegaskan bahwa tim-tim F1 bersama FIA harus bersikap proaktif dan bertanggung jawab dalam menanggapi potensi risiko yang muncul.

Sorotan utama tertuju pada prosedur start balapan. Metode baru yang diperkenalkan memaksa para pembalap menyesuaikan teknik peluncuran dari posisi diam. Selama sesi pengujian di Bahrain, beberapa insiden kecil menjadi sinyal bahwa adaptasi teknis dan evaluasi menyeluruh masih sangat dibutuhkan sebelum musim resmi dimulai.


Uji Coba Pramusim F1 Bahrain 2026: Fokus Bukan Sekadar Waktu Tercepat

Rangkaian uji coba pramusim F1 pertama di Bahrain International Circuit telah rampung. Meski catatan waktu tercepat bukan prioritas utama, beberapa nama muda tetap mencuri perhatian, termasuk Kimi Antonelli dari Mercedes.

Antonelli sempat mengalami kendala teknis pada hari kedua pengujian akibat masalah mesin. Situasi tersebut membuatnya hanya mampu menyelesaikan tiga putaran, namun performanya tetap mendapat perhatian karena ketenangan dan pendekatan analitisnya dalam menghadapi kondisi sulit.


Antonelli Siap Evaluasi Total demi Bangkit Bersama Mercedes

Menghadapi pekan pengujian yang tidak ideal, Kimi Antonelli menegaskan tekadnya untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menyebut akan bekerja “360 derajat” guna memahami karakter mobil Mercedes yang baru.

Selama tiga hari pengujian, berbagai kendala teknis membuat Antonelli lebih sering berada di garasi dibandingkan di lintasan. Meski demikian, pembalap muda Italia itu menilai pengalaman tersebut justru penting sebagai bekal untuk mempercepat proses adaptasi dan meningkatkan konsistensi performa di masa mendatang.


Alpine Tantang Pesaing Soal Isu Mesin Mercedes

Kontroversi lain muncul dari sisi teknis unit daya. Direktur pelaksana Alpine, Steve Nielsen, secara terbuka menantang para pesaing Mercedes untuk mengajukan protes resmi jika memang meragukan legalitas mesin mereka.

Isu yang dipermasalahkan berkaitan dengan rasio kompresi unit daya yang dianggap berada di area abu-abu regulasi. Alpine sendiri kini menjadi pelanggan Mercedes High Performance Powertrains untuk musim 2026, setelah melepas status sebagai tim pabrikan demi meningkatkan daya saing di era regulasi baru Formula 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *