Statistik Jadi Alarm: Arsenal Berisiko Kembali Gagal Angkat Trofi Liga Inggris

Arsenal Kembali Kehilangan Poin dari Posisi Unggul, Ancaman Manchester City Makin Mengintai Perebutan Gelar Liga Inggris Musim Ini

Statistik Jadi Alarm: Arsenal Berisiko Kembali Gagal Angkat Trofi Liga Inggris
Statistik Jadi Alarm: Arsenal Berisiko Kembali Gagal Angkat Trofi Liga Inggris

SportsBook.co.id, Jakarta – Asa Arsenal untuk menjuarai Liga Inggris musim ini kembali dibayangi tanda tanya besar. Hasil imbang 2-2 saat bertamu ke kandang Wolverhampton Wanderers pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB menjadi peringatan keras bahwa perburuan gelar belum sepenuhnya aman bagi tim asal London tersebut.

Laga di Molineux sejatinya diprediksi berlangsung mudah bagi The Gunners. Lawan yang dihadapi berada di dasar klasemen dengan raihan poin yang minim. Namun, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan sisi rapuh Arsenal yang kembali kehilangan poin setelah berada dalam posisi unggul.

Kehilangan Poin dari Posisi Aman

Dalam pertandingan tersebut, Arsenal sempat memegang kendali penuh. Mereka berhasil unggul dua gol lebih dahulu, termasuk melalui sepakan Piero Hincapie pada menit ke-56 yang seolah menjadi penegas dominasi tim tamu. Dengan keunggulan 2-0, banyak yang meyakini tiga poin akan dibawa pulang tanpa hambatan berarti.

Sayangnya, situasi berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Wolverhampton memperkecil ketertinggalan lima menit berselang, lalu memanfaatkan kelengahan Arsenal untuk mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time babak kedua. Hasil akhir 2-2 terasa seperti kekalahan bagi pasukan Mikel Arteta.

Catatan statistik semakin mempertegas masalah tersebut. Berdasarkan laporan Sportmole, Arsenal kini telah kehilangan tujuh poin di Premier League dari situasi ketika mereka sudah berada di posisi unggul. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara tim papan atas. Hanya Crystal Palace dan West Ham United yang mencatat jumlah lebih buruk dengan delapan poin terbuang dari posisi memimpin.

Data tersebut menegaskan bahwa Arsenal belum sepenuhnya solid dalam menjaga konsistensi sepanjang 90 menit pertandingan. Dalam kompetisi seketat Liga Inggris, kehilangan poin seperti ini bisa berdampak besar terhadap perebutan gelar juara.

Fondasi Pertahanan Kuat, Kreativitas Masih Terbatas

Secara klasemen, Arsenal memang masih berada di puncak dengan koleksi 58 poin. Mereka unggul lima angka atas rival terdekat, Manchester City. Namun, jarak tersebut belum menjamin keamanan. The Citizens masih memiliki satu pertandingan tunda dan akan menjamu Arsenal di Etihad pada April mendatang—laga yang berpotensi menjadi penentu arah persaingan.

Sepanjang musim ini, Arsenal membangun performa mereka di atas pertahanan yang disiplin. Struktur permainan yang rapi dan organisasi lini belakang yang solid menjadi fondasi utama. Mereka kerap bermain pragmatis, mengurangi risiko, dan memaksimalkan situasi bola mati untuk mencuri gol.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam banyak pertandingan. Namun, strategi yang terlalu berhati-hati juga memiliki sisi negatif. Arsenal sering kali kesulitan menciptakan peluang terbuka dari permainan dinamis di area sepertiga akhir lapangan. Ketika lawan berhasil mematahkan skema bola mati atau bertahan dengan rapat, variasi serangan Arsenal tampak terbatas.

Akibatnya, banyak pertandingan mereka berakhir dengan margin tipis. Dalam situasi seperti ini, satu kesalahan kecil atau momen brilian pemain lawan bisa mengubah hasil akhir. Itulah yang terjadi saat menghadapi Wolverhampton, ketika fokus mereka goyah di menit-menit krusial.

Ancaman Nyata dari Manchester City

Persaingan semakin kompleks karena Manchester City belum sepenuhnya mengerahkan kekuatan maksimalnya di klasemen. Tim asuhan Pep Guardiola dikenal piawai menjaga konsistensi pada fase akhir musim. Dengan satu laga tunda di tangan, peluang mereka untuk memangkas selisih poin terbuka lebar.

Selain itu, Arsenal akan menghadapi jadwal yang tidak ringan dalam waktu dekat. Duel kontra Tottenham Hotspur dan Chelsea menanti dalam dua pertandingan liga berikutnya. Kedua laga tersebut selalu sarat tekanan dan memiliki intensitas tinggi, terlepas dari posisi klasemen masing-masing tim.

Jika Arsenal kembali terpeleset, Manchester City berpotensi mengambil alih momentum sepenuhnya. Apalagi pertemuan langsung di Etihad bisa menjadi laga enam poin yang menentukan siapa yang paling siap secara mental dan taktik.

Sorotan untuk Arteta dan Lini Depan

Mikel Arteta kembali berada dalam sorotan. Meski berhasil membawa Arsenal tampil kompetitif dalam beberapa musim terakhir, ia masih belum mampu mempersembahkan gelar liga. Kritik pun muncul, menilai bahwa skuad yang ada seharusnya mampu tampil lebih tajam dan meyakinkan.

Sebagian pengamat bahkan membandingkan situasi ini dengan perjalanan Mauricio Pochettino bersama Tottenham Hotspur beberapa tahun lalu—mampu bersaing di papan atas, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi trofi.

Masalah utama Arsenal bukan semata di lini belakang, melainkan efektivitas serangan. Ketika keunggulan sudah diraih, mereka sering gagal menambah gol untuk mengunci pertandingan. Ketergantungan pada keunggulan tipis membuat tekanan terus membayangi hingga peluit akhir berbunyi.

Jika lini depan tidak segera menemukan konsistensi dalam penyelesaian akhir, risiko kehilangan poin akan terus menghantui. Dalam kompetisi sepanjang musim, detail-detail kecil semacam ini sering menjadi pembeda antara juara dan runner-up.

Momentum Penentuan Musim

Musim masih menyisakan sejumlah pertandingan penting. Arsenal memang masih memegang kendali di puncak klasemen, tetapi situasi jauh dari kata aman. Statistik kehilangan poin dari posisi unggul menjadi alarm yang tidak bisa diabaikan.

Apabila Arsenal mampu memperbaiki fokus di menit-menit akhir dan meningkatkan kreativitas serangan, peluang mereka untuk mengangkat trofi tetap terbuka lebar. Namun jika pola kehilangan poin terus berulang, sejarah kegagalan di fase penentuan musim bisa kembali terulang.

Kini, tantangannya bukan hanya soal taktik, melainkan juga ketahanan mental. Liga Inggris menuntut konsistensi tanpa cela. Dan bagi Arsenal, setiap poin yang terbuang bisa menjadi penyesalan besar di akhir musim nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *