SportsBook.co.id, Medan – Leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 akan mempertemukan Galatasaray dengan Liverpool di RAMS Park. Pertemuan ini menarik perhatian karena kedua tim membawa momentum berbeda dari fase grup sebelumnya.
Liverpool melaju ke babak ini setelah finis di posisi ketiga grup Liga Champions, sementara Galatasaray harus menempuh jalur playoff, berhasil menyingkirkan Juventus lewat agregat dramatis 7-5.
Keunggulan psikologis juga dimiliki Galatasaray. Pada matchday kedua fase grup, mereka sukses menaklukkan Liverpool 1-0, menambah kepercayaan diri tuan rumah. Ditambah atmosfer RAMS Park yang dikenal menekan lawan, laga ini diprediksi menjadi tantangan berat bagi skuad arahan Arne Slot.
Galatasaray Andalkan Kekuatan Kandang
Kembalinya Galatasaray ke babak 16 besar Liga Champions merupakan yang pertama sejak musim 2013/2014. Klub Turki ini memiliki target lolos lebih jauh dan menembus perempat final untuk pertama kalinya sejak musim 2012/2013.
Perjalanan mereka ke fase ini tak mudah. Saat menghadapi Juventus di playoff, Galatasaray sempat tertinggal tiga gol sebelum akhirnya menyamakan agregat dan memaksa perpanjangan waktu, memastikan kelolosan dengan skor akhir 7-5.
Performanya di kandang menjadi senjata utama. Dari sembilan pertandingan kandang terakhir di kompetisi UEFA melawan klub Inggris, Galatasaray meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang.
Namun lini belakang mereka perlu perbaikan. Dalam delapan laga kandang terakhir di kancah Eropa, hanya satu kali mereka berhasil mempertahankan clean sheet.
Liverpool Andalkan Rekor Leg Pertama
Liverpool membawa pengalaman luas di babak knockout Liga Champions. Dalam sembilan musim terakhir, mereka delapan kali berhasil mencapai babak 16 besar.
Meski demikian, catatan babak 16 besar mereka tidak selalu mulus. Dalam dua musim terakhir, Liverpool gagal melaju karena kalah di fase ini.
Di sisi positif, performa mereka di leg pertama cukup kuat. Dari 12 leg pertama babak 16 besar sebelumnya, The Reds menang delapan kali dan hanya kalah tiga kali, dengan tujuh clean sheet dari sembilan laga leg pertama terakhir.
Musim ini, performa tandang Liverpool di Liga Champions juga menonjol: hanya kebobolan dua gol dari empat laga tandang, sekaligus mencetak sembilan gol. Dengan lini serang yang tajam, mereka tetap memiliki peluang untuk mencuri hasil positif di Istanbul.
Fakta dan Statistik Menarik
- Galatasaray kembali ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kali sejak musim 2013/2014.
- Liverpool masuk babak ini dalam delapan dari sembilan musim terakhir, meski kalah dalam dua duel terakhir fase 16 besar.
- Galatasaray menang dua kali dan kalah dua kali dari empat pertemuan dua leg UEFA melawan klub Inggris.
- Liverpool menang dua kali dan kalah sekali dari tiga pertemuan dua leg UEFA melawan klub Turki.
- Galatasaray hanya kalah sekali dari sembilan laga kandang UEFA terakhir melawan klub Inggris (5 menang, 3 imbang).
- Klub Turki belum terkalahkan saat menjamu Liverpool di Eropa: dua kemenangan, satu hasil imbang.
- Victor Osimhen mencetak gol kemenangan saat pertemuan fase grup musim ini, dengan total 16 gol dalam 25 penampilan pertamanya di Liga Champions, rekor kedua tertinggi untuk pemain Afrika setelah Serhou Guirassy (18 gol).
- Liverpool hanya menang sekali dari tujuh laga tandang UEFA melawan klub Turki (1 imbang, 5 kalah), yakni menang 2-1 atas Trabzonspor di kualifikasi Liga Europa 2010/2011.
- Liverpool menang dalam sembilan dari 12 leg tandang babak 16 besar sebelumnya, termasuk delapan kemenangan dari 12 leg pertama (1 imbang, 3 kalah), dengan tujuh clean sheet dari sembilan leg pertama terakhir.












