Timnas Indonesia U-17 Tumbang Dramatis dari China U-17 Usai Kebobolan di Masa Tambahan

Garuda Muda Tunjukkan Perlawanan Sengit, Namun Gol China U-17 di Masa Tambahan Gagalkan Hasil Imbang di Indomilk Arena

Timnas Indonesia U-17 Tumbang Dramatis dari China U-17 Usai Kebobolan di Masa Tambahan
Timnas Indonesia U-17 Tumbang Dramatis dari China U-17 Usai Kebobolan di Masa Tambahan

SportsBook.co.id, JakartaTimnas Indonesia U-17 kembali harus menerima hasil kurang memuaskan dalam rangkaian uji coba internasional melawan China U-17. Bertanding di Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (11/2/2026) malam WIB, skuad muda Garuda kalah tipis dengan skor 2-3 setelah kebobolan pada masa injury time.

Hasil ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun bagi pasukan Nova Arianto dalam dua laga persahabatan melawan tim muda Negeri Tirai Bambu tersebut. Sebelumnya, Indonesia U-17 juga harus mengakui keunggulan China dengan skor telak 0-7.

China U-17 Unggul Cepat di Awal Pertandingan

Sejak peluit awal dibunyikan, China U-17 langsung tampil agresif dan menekan lini pertahanan Indonesia. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika laga baru berjalan sembilan menit. Zhao Songyuan sukses memanfaatkan celah di lini belakang Garuda Muda dan mencetak gol pembuka untuk membawa timnya unggul 1-0.

Gol cepat itu membuat Indonesia U-17 berupaya meningkatkan tempo permainan. Anak asuh Nova Arianto mencoba merespons dengan membangun serangan dari lini tengah dan memaksimalkan pergerakan di sektor sayap.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22. Chico Jericho Yarangga mampu menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan peluang di depan gawang lawan. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali berjalan terbuka.

China Kembali Memimpin Sebelum Turun Minum

Setelah gol penyeimbang dari Indonesia, pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling bertukar serangan dengan intensitas tinggi. Namun, China U-17 kembali menunjukkan efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang.

Pada menit ke-37, He Sifan berhasil menjebol gawang Indonesia U-17 dan membawa timnya kembali unggul 2-1. Gol tersebut lahir dari skema serangan yang rapi dan penyelesaian akhir yang tenang di dalam kotak penalti.

Hingga turun minum, Indonesia U-17 belum mampu mencetak gol tambahan. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan sementara 2-1 untuk China U-17.

Penalti Miraj Riski Hidupkan Asa

Memasuki babak kedua, Indonesia U-17 tampil dengan semangat baru. Tekanan terus diberikan ke pertahanan lawan demi mencari gol penyama kedudukan.

Kesempatan emas datang di awal paruh kedua ketika wasit menunjuk titik putih setelah salah satu pemain Indonesia dilanggar di area terlarang. Miraj Riski Sulaeman dipercaya sebagai eksekutor penalti.

Miraj menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan yang dilepaskannya berhasil mengecoh kiper China dan mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut membangkitkan semangat para pemain Garuda Muda untuk membalikkan keadaan.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berjalan semakin ketat. Kedua tim sama-sama berupaya mencetak gol tambahan. Indonesia sempat menciptakan beberapa peluang, namun penyelesaian akhir belum maksimal.

Gol Penentu di Injury Time

Saat laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi Indonesia U-17. Memasuki masa tambahan waktu, China U-17 berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah.

Serangan cepat yang dibangun pada menit-menit akhir sukses dituntaskan menjadi gol penentu kemenangan. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan China U-17.

Gol di injury time tersebut sekaligus memastikan kekalahan kedua bagi Indonesia U-17 dalam rangkaian uji coba ini. Meski menunjukkan peningkatan dibanding pertemuan pertama, hasil akhir tetap belum berpihak pada Garuda Muda.

Evaluasi Penting Jelang Turnamen Resmi

Dua kekalahan beruntun dari China U-17 tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih. Dari sisi permainan, Indonesia U-17 memperlihatkan perkembangan signifikan dibanding laga sebelumnya yang berakhir dengan skor mencolok.

Perbaikan terlihat dalam organisasi permainan serta keberanian menyerang. Namun, konsentrasi di menit-menit akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Pelatih Nova Arianto dipastikan akan melakukan analisis menyeluruh terhadap performa anak asuhnya, terutama dalam hal transisi bertahan dan fokus sepanjang 90 menit pertandingan. Uji coba ini diharapkan menjadi pengalaman berharga sebelum menghadapi agenda kompetisi resmi mendatang.

Susunan Pemain Kedua Tim

Pada pertandingan ini, Indonesia U-17 menurunkan sejumlah pemain muda potensial. Di bawah mistar gawang terdapat Noah Leo Duvert. Lini belakang diisi oleh Made Arbi Ananta, Pandu Aryo Wicaksono, Putu Ekayana, dan Yoga Pratama.

Sektor tengah diperkuat oleh Zidane Raditya Chandra, Chico Jericho Yarangga, Keanu Senjaya, dan Miraj Rizky Sulaeman. Sementara di lini depan terdapat Peres Akwila Tjoe, Mochammad Mierza Firjatullah, serta Sean Rahman Kastor. Tim ini ditangani oleh pelatih Nova Arianto.

Di kubu lawan, China U-17 yang diasuh Ukishima Bin memainkan Jiang Chengen sebagai penjaga gawang. Lini pertahanan diisi Li Jiunpeng, Wang Yiming, Zhang Xuyao, dan Ailikamu Yilihong.

He Sifan, Kuang Zhaolei, Nan Zixun, Wang Heyi, Zhao Songyuan, serta Zhou Yunuo menjadi bagian dari komposisi pemain yang tampil dalam laga tersebut.

Kendati kembali harus menelan kekalahan, pengalaman menghadapi tim kuat seperti China U-17 menjadi modal penting bagi perkembangan para pemain muda Indonesia. Dengan evaluasi yang tepat, Garuda Muda diharapkan mampu bangkit dan tampil lebih solid pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *