SportsBook.co.id, Medan-Dalam setiap pertandingan olahraga, wasit adalah penegak hukum di lapangan. Mereka adalah pilar keadilan yang memastikan permainan berjalan sesuai aturan. Namun, tak jarang, keputusan mereka menjadi pusat badai kontroversi, memicu amarah publik, mengubah jalannya sejarah, dan bahkan menimbulkan pertanyaan tentang integritas olahraga itu sendiri.
Berikut adalah ulasan mendalam tentang beberapa keputusan kontroversial wasit yang paling mengguncang publik di berbagai cabang olahraga.
1. Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan Diego Maradona (Piala Dunia 1986)
Mungkin ini adalah salah satu momen paling terkenal sekaligus paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.
- Insiden: Pada perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris, Diego Maradona melompat untuk menyundul bola, namun ia secara jelas menggunakan tangannya untuk memasukkan bola ke gawang.
- Keputusan Wasit: Wasit Ali Bin Nasser dari Tunisia mengesahkan gol tersebut, tanpa melihat adanya handball.
- Dampak: Argentina memenangkan pertandingan 2-1 (dengan gol kedua Maradona yang brilian), dan akhirnya menjuarai Piala Dunia. Keputusan ini selamanya mencoreng kemenangan Argentina di mata banyak penggemar, terutama di Inggris, dan memicu perdebatan tak berujung tentang fair play dan teknologi dalam sepak bola.
2. Bola Basket NBA: “Game 6 Los Angeles Lakers vs Sacramento Kings” (Final Wilayah Barat 2002)
Pertandingan ini sering disebut-sebut sebagai salah satu pertandingan yang paling banyak dicurangi dalam sejarah NBA.
- Insiden: Sacramento Kings, yang saat itu dianggap sebagai tim dengan potensi juara, menghadapi Lakers yang dipimpin Kobe Bryant dan Shaquille O’Neal. Di Game 6, saat Kings hanya butuh satu kemenangan lagi untuk ke Final NBA, serangkaian keputusan wasit yang aneh terjadi. Banyak pelanggaran yang merugikan Kings tidak dipanggil, sementara beberapa foul yang meragukan diberikan kepada Lakers.
- Keputusan Wasit: Wasit Dick Bavetta dan dua rekannya dituduh terang-terangan memihak Lakers.
- Dampak: Lakers memenangkan Game 6, lalu memenangkan Game 7, dan akhirnya menjuarai NBA. Beberapa tahun kemudian, mantan wasit NBA, Tim Donaghy, mengklaim bahwa NBA “merekayasa” pertandingan ini untuk memastikan Lakers yang lebih populer masuk ke Final.
3. Tinju: “The Long Count” Jack Dempsey vs Gene Tunney (1927)
Ini adalah salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah tinju kelas berat.
- Insiden: Dalam pertandingan ulang untuk gelar juara dunia kelas berat, Jack Dempsey menjatuhkan Gene Tunney di ronde ketujuh. Menurut aturan baru, wasit seharusnya tidak memulai hitungan sampai penyerang (Dempsey) pergi ke sudut netral. Dempsey ragu-ragu, dan wasit Jack Gallagher menunda hitungannya selama beberapa detik.
- Keputusan Wasit: Karena penundaan ini, Tunney mendapat waktu lebih lama untuk pulih, sekitar 14 detik, sebelum ia bangkit dan memenangkan pertandingan.
- Dampak: Kontroversi “The Long Count” ini masih diperdebatkan hingga kini, dengan penggemar Dempsey bersikeras bahwa penundaan itu merampas kemenangan idolanya.
4. Senam Artistik: “The Scoring Scandal” Olimpiade Athena 2004
Bukan hanya di pertandingan langsung, olahraga yang mengandalkan penilaian juri pun tak luput dari kontroversi.
- Insiden: Atlet senam artistik Kanada, Kyle Shewfelt, tampil cemerlang di kategori lantai. Banyak yang memprediksi ia akan memenangkan medali emas. Namun, beberapa juri memberikan nilai yang lebih rendah dari yang diharapkan, memicu kemarahan publik dan pelatihnya.
- Keputusan Juri: Meskipun ada protes, nilai Shewfelt tetap.
- Dampak: Kontroversi ini, bersama dengan beberapa insiden penilaian lain di Olimpiade tersebut, memicu reformasi besar-besaran dalam sistem penilaian senam artistik internasional, dengan penghapusan nilai “sempurna” 10 dan adopsi sistem penilaian terbuka.
5. Tenis: “The Foot Fault” Serena Williams (US Open 2009)
Bahkan di level tertinggi, wasit bisa menjadi titik didih emosi.
- Insiden: Di semifinal US Open 2009, Serena Williams menghadapi Kim Clijsters. Saat match point untuk Clijsters, Serena melakukan servis kedua dan hakim garis memanggil pelanggaran foot fault (kaki menyentuh garis sebelum memukul bola).
- Keputusan Wasit: Keputusan foot fault ini menyebabkan Serena kehilangan poin, yang juga berarti kehilangan pertandingan. Serena kemudian melampiaskan kemarahannya kepada hakim garis, yang mengakibatkan penalti poin kedua dan otomatis memberikan kemenangan kepada Clijsters.
- Dampak: Insiden ini menjadi berita utama, menyoroti tekanan pada wasit dan temperamen atlet. Meskipun keputusan foot fault itu valid, timing-nya di match point menjadikannya sangat dramatis dan kontroversial.
Kesimpulan: Di Persimpangan Keadilan dan Drama
Keputusan kontroversial wasit, betapapun menyakitkan atau frustrasinya, adalah bagian tak terpisahkan dari drama olahraga. Mereka menguji kesabaran, menantang fair play, dan terkadang, bahkan memaksa kita untuk memikirkan kembali bagaimana olahraga seharusnya dijalankan.
Dalam era teknologi modern seperti VAR (Video Assistant Referee) dan review instan, tujuan utamanya adalah mengurangi kesalahan manusia. Namun, di tengah semua upaya itu, satu hal yang pasti: selama ada pertandingan dan emosi, wasit akan selalu menjadi sorotan—dan terkadang, pusat badai.












