SportsBook.co.id, Medan – Nama Xabi Alonso mulai mencuat sebagai salah satu kandidat potensial untuk menggantikan Pep Guardiola, di tengah spekulasi yang semakin kencang bahwa musim ini bisa menjadi akhir perjalanan Guardiola bersama Manchester City.
Hasil imbang dramatis kontra Tottenham Hotspur pada Minggu lalu turut memanaskan rumor tersebut. Dalam laga itu, Manchester City gagal mempertahankan keunggulan dua gol, sebuah hasil yang membuat mereka kini tertinggal enam poin dari Arsenal di puncak klasemen Premier League.
Tambahan poin yang terbuang, serta performa City yang dinilai kurang memberikan tekanan maksimal kepada pesaing utama gelar, memunculkan tanda tanya besar mengenai masa depan Guardiola di Etihad Stadium.
Di kalangan klub rival dan lingkungan internal Premier League, berkembang keyakinan bahwa Guardiola berpotensi mengakhiri masa baktinya setelah hampir satu dekade menukangi City. Bahkan, beredar kabar bahwa manajemen klub mulai menyiapkan skenario alternatif jika perpisahan itu benar-benar terjadi.
Meski pihak internal The Citizens menegaskan bahwa rumor tersebut masih sebatas spekulasi, isu mengenai pencarian calon pengganti Guardiola terus berkembang.
Secara kontrak, Guardiola sejatinya masih terikat hingga 2027. Manchester City sendiri mengumumkan perpanjangan kontrak dua tahun bagi pelatih asal Spanyol itu pada November 2024.
Beberapa nama mulai dikaitkan sebagai kandidat. Enzo Maresca, mantan asisten Guardiola di City, disebut sempat melakukan komunikasi dengan perwakilan Manchester City dan Juventus sebelum ia didepak Chelsea bulan lalu. Kendati demikian, peluang Maresca untuk langsung menempati kursi pelatih utama dinilai tidak terlalu besar.
Xabi Alonso juga masuk dalam radar. Meski dikenal luas sebagai legenda Liverpool dan baru saja berpisah dengan Real Madrid pada Januari lalu, City diyakini tetap akan mempertimbangkan namanya secara serius.
Situasi ini berpotensi membuat Liverpool waspada. Klub Merseyside tersebut kemungkinan akan bergerak mendekati Alonso jika posisi Arne Slot berada di bawah tekanan, khususnya terkait target lolos ke Liga Champions dan pencapaian di kompetisi musim ini.
Di sisi lain, Manchester City baru saja memenangkan persaingan transfer atas Liverpool dengan mengamankan Marc Guehi dan Antoine Semenyo. Jika City kembali berhasil mengamankan Alonso, hal tersebut bisa menjadi pukulan tersendiri bagi pendukung Liverpool.
Namun demikian, semua kemungkinan itu masih bersifat spekulatif. Belum ada kepastian bahwa Guardiola akan hengkang, maupun bahwa Alonso akan menjadi pilihan utama klub.
Manchester City diperkirakan akan menyusun daftar pendek berisi setidaknya tiga kandidat pelatih. Salah satu nama yang ikut dipertimbangkan adalah Cesc Fabregas, mantan anak asuh Guardiola yang kini menukangi Como.
Fabregas mencuri perhatian berkat performa Como yang saat ini bertengger di posisi enam klasemen Serie A Italia. Ia resmi ditunjuk sebagai pelatih permanen klub tersebut pada Juli 2024 dan diyakini hanya akan meninggalkan Como untuk proyek besar di Premier League atau level Eropa.
Sementara itu, sumber yang dekat dengan Bayern Munchen menyebut Vincent Kompany kecil kemungkinannya kembali ke Manchester City dalam waktu dekat. Mantan kapten City tersebut baru saja menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2029 bersama Die Roten dan terlibat aktif dalam perencanaan transfer musim panas.
Nama Roberto De Zerbi juga sempat dikagumi oleh lingkaran Manchester City. Namun, kegagalan Marseille melaju ke fase gugur Liga Champions membuat masa depannya kini menjadi bahan evaluasi.
Hugo Viana, Direktur Sepak Bola Manchester City, diyakini akan memegang peran kunci dalam menentukan pengganti Guardiola jika skenario itu terjadi. Meski demikian, masukan dari Guardiola sendiri kemungkinan tetap akan dipertimbangkan. Viana diketahui memiliki hubungan dekat dengan agen ternama Jorge Mendes, yang juga menaungi Enzo Maresca.
Seorang sumber kepada Telegraph Sport menilai hasil imbang melawan Tottenham sebagai sinyal penting terkait situasi internal City.
“Tottenham seharusnya bisa dikalahkan, tetapi City tidak menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan. Beberapa pemain terlihat seperti bermain dengan pikiran bahwa Pep akan pergi di akhir musim, sehingga performa mereka tidak maksimal,” ujar sumber tersebut.
Sumber lain juga menyoroti persoalan motivasi skuad City.
“Terlihat mereka tidak memiliki urgensi sebesar Arsenal. Banyak pemain sudah mengoleksi banyak trofi, sehingga muncul sikap ‘menang itu bagus, tapi kalau tidak pun bukan masalah besar’. Bahkan Haaland terlihat tertawa dengan pemain Tottenham setelah laga, padahal City sangat membutuhkan gol,” ungkapnya.
Di lapangan, kegagalan mempertahankan keunggulan membuat Rodri tampak frustrasi. Gelandang andalan City itu secara terbuka mengkritik keputusan wasit yang mengesahkan gol pertama Dominic Solanke.
Menurut Rodri, wasit seharusnya bersikap netral dan lebih jeli dalam mengambil keputusan. Ia menilai gol tersebut terjadi setelah adanya dorongan yang seharusnya dianggap pelanggaran.
“Saya jarang berbicara soal wasit karena saya menghormati pekerjaan mereka. Namun, ini bukan hanya terjadi hari ini. Situasi seperti ini sudah terjadi dua atau tiga pertandingan terakhir. Jujur, saya tidak mengerti alasannya,” tegas peraih Ballon d’Or 2024 tersebut.












