SportsBook.co.id, Jakarta -Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, akhirnya menjelaskan latar belakang keputusan besar timnya yang akan meninggalkan mesin empat silinder segaris (inline-4) dan beralih ke konfigurasi V4 mulai MotoGP musim 2026. Menurut Rins, langkah ini tidak bisa dihindari karena Yamaha sudah tertinggal cukup jauh dibanding pabrikan pesaing.
Musim MotoGP 2025 menjadi periode yang sulit bagi Yamaha. Pabrikan asal Jepang tersebut harus menerima kenyataan finis di posisi terbawah klasemen konstruktor, menempati peringkat kelima dengan total hanya 247 poin—hasil terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi serupa juga terlihat di klasemen pembalap. Dari empat rider yang mengendarai YZR-M1, hanya Fabio Quartararo yang mampu menembus 10 besar dengan finis di posisi kesembilan. Tiga pembalap lainnya masih kesulitan bersaing secara konsisten di papan tengah.
Pengembangan Mesin Inline-4 Dinilai Sudah Mentok
Alex Rins sendiri menutup musim di urutan ke-19, disusul Jack Miller di posisi ke-17 dan Miguel Oliveira yang berada di peringkat ke-20. Kondisi tersebut membuat Rins menilai bahwa rival Yamaha telah mengalami peningkatan performa yang jauh lebih besar.
“Aprilia berkembang sangat cepat dan sekarang sudah berada di level Ducati. Honda juga membuat kemajuan besar. Zarco tampil kompetitif di awal musim, sementara Marini dan Mir menunjukkan performa kuat di paruh akhir. Mereka meraih hasil yang sangat bagus,” ujar Rins, dikutip dari Speedweek, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan bahwa Yamaha sebenarnya sudah mencoba berbagai cara untuk memaksimalkan potensi mesin inline-4, namun hasilnya tidak lagi signifikan.
“Yamaha sudah melakukan banyak pengembangan pada mesin ini. Bisa jadi mereka sudah mencapai batas maksimalnya dan tidak memungkinkan lagi mendapatkan peningkatan yang berarti,” jelasnya.
Proyek Mesin V4 Jadi Prioritas Utama
Karena itulah, pengembangan mesin V4 dipandang sebagai solusi paling masuk akal untuk masa depan Yamaha di MotoGP. Rins mengungkapkan bahwa keputusan ini juga diperkuat oleh masukan seragam dari seluruh pembalap tim, meskipun mereka memiliki gaya balap yang berbeda.
“Sepanjang musim motor terus mengalami perbaikan, tetapi fokus utama Yamaha sebenarnya sudah diarahkan ke proyek V4,” lanjut Rins.
Ia menegaskan bahwa kesamaan keluhan dari para pembalap sangat membantu tim teknis dalam menentukan arah pengembangan.
“Fakta bahwa keempat pembalap merasakan masalah yang sama, walaupun karakter berkendaranya berbeda, sangat membantu. Dari situ kami bisa memberi gambaran yang jelas mengenai aspek apa saja yang harus diperbaiki,” tutupnya.
Yamaha Putuskan Ubah Konsep Mesin Jelang MotoGP 2026, Alex Rins Beberkan Alasannya
Terpuruk di klasemen dan kalah saing dari Ducati hingga Aprilia, Yamaha siapkan perubahan besar












